BULELENG – Penerapan implementasi Perda No. 8 Tahun 2021 tentang Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), sejauh ini masih dalam proses untuk direalisasikan. Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Buleleng, telah mengalokasikan anggaran Rp150 juta pada 2022 untuk pengadaan cadangan beras.
Kepala DKPP Buleleng, Gede Putra Aryana, mengatakan, upaya bentuk implementasi terhadap Perda itu sudah dilakukan DKPP Buleleng. Sesuai dengan amanat Perda, besaran anggaran yang diposting untuk CPPD disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Terlebih saat ini dalam situasi pandemi Covid-19.
‘’Kami sudah memposting kegiatan itu. Jadi sesuai amanat Perda, itu (anggaran) disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Di tahun 2022 ini, kami alokasikan hampir 150 ton atau sekitar Rp150 juta untuk pengadaan beras,’’ kata Putra Aryana, Senin (21/2/2022).
Meski begitu, diakui Putra Aryana, kegiatan ini masih belum dapat direalisasikan untuk saat ini. Sebab, pihaknya masih menunggu hasil harmonisasi Perda No. 8 Tahun 2021 beserta juga turunan Perda tersebut dengan Pemprov Bali yang kini masih dilakukan oleh Bagian Hukum Setda Buleleng.
‘’Sekarang masih berproses. Perda sudah (disahkan), kemudian ada turunan Perda itu yakni Peraturan Bupati dan kesepakatan antara pemerintah daerah dengan pihak ketiga (penyedia beras). Sekarang ini masih menunggu untuk hasil harmonisasi dengan provinsi,’’ ujar Putra Aryana.
Dijelaskan Putra Aryana, cadangan pangan ini diperuntukan untuk penanganan bencana alam maupun nonalam. Cadangan beras ini diberikan kepada masyarakat apabila dalam situasi darurat yang menyebabkan masyarakat tidak bisa bekerja, karena bencana alam maupun nonalam.
Bahkan, cadangan pangan dari pemerintah daerah akan diberikan sesuai laporan dari Perbekel. Untuk itu Putra Aryana berharap, agar tidak terjadi bencana di Buleleng. Kalau pun terjadi bencana, masih ada cadangan beras di Bulog lewat Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
‘’Anggaran Rp150 juta sudah kami alokasikan di tahun 2022. Realisasi menunggu hasil harmonisasi itu saja. Ya, mudah-mudahan tidak terjadi bencana di Buleleng. Kalau pun terjadi (bencana), sudah ada cadangan beras di Bulog melalui Kemensos,’’ pungkas Putra Aryana. rik
























