Cipayung Plus Se-Bali Gelar Aksi di Renon, Sampaikan Tuntutan Soal Sengkarut Minyak Goreng – G20

PULUHAN mahasiswa melakukan aksi ‘Panggung Rakyat’ di depan Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Rabu (13/4/2022) sore. Foto: alt

DENPASAR – Puluhan mahasiswa melakukan aksi ‘Panggung Rakyat’ di depan Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Rabu (13/4/2022) sore.

Mereka tergabung dalam Cipayung Plus se-Bali X Mahasiswa yang terdiri dari PD KMHDI Bali, Komda II PP PMKRI, PC KMHDI Denpasar, PC KMHDI Buleleng, DPC PMKRI Denpasar, DPC GMNI Denpasar, BPC GMKI Denpasar, HMI Singaraja, dan PC PMII Denpasar.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, para mahasiswa ini mengawali orasinya di Depan Monumen Perjuangan Bajra Sandhi, Renon. Kemudian dilanjutkan di Gedung DPRD Provinsi Bali.

Namun, situasi tegang terjadi saat para demonstran ingin berorasi di depan gerbang DPRD Bali. Sebab, sesuai agenda tidak ada berorasi di depan Gedung DPRD Bali.


Setelah koordinator aksi melakukan negosiasi dengan aparat keamanan, para demonstran diizinkan berorasi dengan aman dan damai selama 10 menit. Setelah itu, para demonstran melanjutkan orasinya ke Kantor Gubernur Bali.

Dikawal para pecalang, Satpol PP, TNI/Polri para demonstran juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Bali. Ketegangan juga sempat terjadi saat para demonstran ingin masuk ke Kantor Gubernur Bali, namun dihadang oleh para aparat keamanan.

Beberapa permasalahan disampaikan dalam aksi yang berjalan damai tersebut. Di antaranya, terkait permasalahan kenaikan BBM, sengkarut minyak goreng, perhelatan G20, pemulihan ekonomi pariwisata Bali, penundaan pemilu, hingga jabatan presiden 3 periode.

Baca juga :  Peringati Bulan Bung Karno, Pemkab Klungkung Perangi Sampah Plastik-Tanam Pohon

Koordinator Lapangan, Arya Gangga, mengatakan, akan menunggu gubernur untuk berdialog. Aksi ini karena prihatin terkait BBM pertamax naik, dan pertalite langka. “Ini beban untuk masyarakat,” ujarnya.

Terkait minyak goreng, Arya Gangga menuturkan bahwa terjadi keluhan. Khususnya saat teman-temannya membeli gorengan. “Terkait G20 dan pemulihan pemulihan ekonomi pariwisata Bali. Kami harap G20 memberikan dampak positif,” katanya.

Dia menambahkan, tidak ingin berbenturan dengan masyarakat adat Bali, karena saat demo kemarin juga diamankan pecalang. “Masyarakat adat bersama kami,” imbuhnya.

Pihaknya berharap, bertemu gubernur karena ingin aspirasi yang disampaikan dibawa ke pusat, sehingga bisa memulihkan perekonomian di Bali.

“Ini jilid satu. Semoga ada itikad baik dari bapak gubernur, dan juga itikad baik untuk mengawal aspirasi, kami akan legowo. Tapi kalau tidak, 10 kali lipat akan lebih banyak (melakukan aksi demo, red). Kami akan menunggu terus benar-benar ada pernyataan dari bapak gubernur,” serunya. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.