Capaian Vaksinasi Pelajar Belum Optimal, Dikbud NTB Diminta Tiru Pemkot Mataram

  • Whatsapp
ANGGOTA Komisi V DPRD NTB, Akhdiansyah. foto: rul

MATARAM – Capaian vaksinasi pelajar yang masih belum optimal di Provinsi NTB, menuai perhatian serius anggota Komisi V DPRD NTB, Akhdiansyah.

Politisi PKB itu mengingatkan jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB untuk cepat berkoordinasi dengan OPD teknis, yang bergabung dalam Satgas Penanganan Covid-19, terkait pengadaan vaksinasi pelajar di wilayah NTB. Apalagi pada Jumat (17/8/2021) tiba sebanyak 25.400 dosis vaksin Covid-19 tambahan dari pemerintah pusat untuk Provinsi NTB.

Bacaan Lainnya

“Dengan tibanya vaksin tambahan ke NTB itu, jelas jadi kabar baik untuk dunia pendidikan. Minimal program vaksinasi pelajar yang sempat terhambat akibat minimnya stok vaksin, bisa tertutupi saat ini,” ujar Akhdiansyah, Sabtu (18/9/2021).

Dari hasil pantauannya, kata dia, tambahan vaksin itu akan langsung didistribusikan ke semua pemda di 10 kabupaten/kota di NTB. Hal ini untuk mengejar target 70 persen warga NTB sudah divaksin, sebagai syarat menggelar perhelatan World Superbike Championship (WorldSBK) di Sirkuit Mandalika pada 12-14 November mendatang.

Karena itu, jelasnya, para pelajar mulai dari jenjang pendidikan SD/MI, SMP/MTS hingga SMA/SMK/MA dan SMK di NTB yang masuk di subsektor wajib juga diperhatikan kesehatannya.

Baca juga :  Uji Sampel Covid-19, Satu Orang Bisa Lebih dari Satu Spesimen

“Persyaratan pembelajaran tatap muka (PTM) sesuai arahan pemerintah pusat juga mensyaratkan siswa sudah divaksin seluruhnya. Nah, kami minta Dikbud fokus agar bagaimana tambahan jatah vaksin untuk NTB bisa disisihkan guna melanjutkan vaksinasi pelajar di NTB ke depan,” tegas Akhdiansyah.

Berdasarkan data vaksinasi hingga Rabu (15/9/2021), tercatat sebanyak 872.665 warga telah mendapat vaksin dosis pertama atau 22,32 persen dari jumlah penduduk. Sementara vaksin dosis kedua baru disalurkan ke 440.536 orang atau 11,27 persen, dan dosis ketiga untuk nakes baru mencapai 17.105 orang atau setara 61,89 persen.

Dalam rinciannya, Kota Mataram sudah memvaksin sebanyak 226.652 atau 71,82 persen untuk dosis pertama. Sedangkan dosis kedua baru 143.740 orang atau mencapai 45,55 persen. Di Kabupaten Lombok Barat, untuk dosis pertama vaksin mencapai 84.876 orang atau setara 16,01 persen, dan dosis kedua 44.314 atau setara 8,36 persen.

Selanjutnya Kabupaten Lombok Tengah yang memvaksin 128.014 orang atau 16,68 persen untuk dosis pertama, sedangkan dosis kedua baru mencapai 44.314 orang atau 8,36 persen.

Akhdiansyah berharap kebijakan kartu vaksin Covid-19 siswa di Mataram sebagai syarat untuk ikut ujian, ulangan, pemberian program bea siswa dan lainnya, dapat ditiru jajaran Pemprov NTB melalui Dikbud.

“Di Kota Mataram bisa kok, kenapa enggak bisa seperti itu? Kami dorong Dikbud NTB meniru cara-cara Pemkot Mataram. Apalagi sudah jelas jika vaksinasi itu adalah cara kita agar terjadi kekebalan tubuh, meningkatkan keamanan dan kenyamanan dalam berinteraksi di tengah pandemi,” tandas Yongki, panggilan akrabnya. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.