GIANYAR – Kesenangan saat membangun juga harus diikuti dengan surat pertanggungjawaban (SPJ) yang benar. Pesan itu disampaikan Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, saat memberi arahan kepada penerima hibah bantuan fisik di Ruang Sidang Bupati Gianyar, Selasa (4/10/2022).
Menurut Mahayastra, SPJ sangat penting karena pembangunan yang dilaksanakan menggunakan dana hibah yang bersumber dari uang negara. Dalam penyusunan SPJ, dia menekankan agar dibuat dengan sebenarnya, mengingat SPJ sangat penting dalam pemeriksaan.
“Nanti dalam membuat SPJ jangan membuat nota pembelian pasir di toko buku, atau menaikkan harga. Contoh membeli semen 60 ribu dibuat 70 ribu, itu nanti bisa jadi temuan karena sudah ada standar harga,” lugasnya.
Mahayastra juga menekankan agar pembangunan yang dilaksanakan melibatkan anak muda dan membentuk panitia. Tentunya mereka yang mengerti administrasi dan bisa menyusun SPJ, agar pelaporannya bisa dipertanggungjawabkan.
Apalagi SPJ dana hibah tersebut akan dikumpulkan paling lambat tanggal 10 Januari 2023 mendatang. “Jadi, mulai sekarang bentuk panitia dan susun SPJ saat mulai pengerjaan agar tidak kelabakan. Sesuaikan jumlah SPJ dengan bantuan, jangan lebih atau kurang,” pesannya.
Dia mengaku bersyukur, karena menuju era normal dapat kembali membantu masyarakat dalam pembangunan fisik melalui dana hibah. Setidaknya ada 24 desa adat yang menerima bantuan hibah kali ini, dengan nilai Rp200 juta hingga Rp800 juta per desa adat. Pencairannya pun dipastikan dua minggu, atau sekitar pertengahan Oktober mendatang.
Ke-24 desa dimaksud adalah Banjar Sindu Sayan, Br. Mawang Kaja, Banjar Kumbuh Desa Mas, Banjar Kutuh Kelod, Br. Kelingkung Lodtunduh, Ubud. Untuk Kecamatan Tegalalang ada Desa Sebatu, Br. Pejengaji, Br. Kepitu Desa Kendran. Di Kecamatan Gianyar ada Br. Dukuh Desa Sidan, Br. Serongga Tengah, Br. Kaja Kauh Desa Tulikup, Lingkungan Samplangan, dan Banjar Kesian Desa lebih.
Penerima bantuan hibah di Kecamatan Sukawati ada Banjar Bedil, Desa Sukawati; Banjar Kerta Candra Buana, Batuyang; Br. Dentiyis Batuan, Br. Griya Kutri, Singapadu; Br. Abasan, Singapadu; dan Banjar Kebon, Desa Singapadu.
Untuk Kecamatan Blahbatuh ada Br. Tojan Kanginan, Desa Pering; dan Kecamatan Tampaksiring ada Br. Guliang Desa, Pejeng; Br. Kulu, Desa Tampaksiring; serta Br. Sema, Payangan; dan Br. Pausan, Desa Buahan, Payangan.
Bupati Mahayastra, menekankan agar dalam pembangunan finishing dijalankan secara swakelola. “Untuk finishing balai banjar atau wantilan misalnya, saya kasi Rp300 juta. Silakan cari tukangnya sendiri, ini pembangunan dengan swakelola. Tentunya kualitas harus lebih bagus, dan jangan lupa SPJ,” pungkasnya. adi























