Bupati Mahayastra Serahkan Satu Truk Sampah di Bakbakan

  • Whatsapp
BUPATI Gianyar, Made Mahayastra, menyerahkan 1 unit truk sampah kepada Perbekel Desa Bakbakan. Foto: adi
BUPATI Gianyar, Made Mahayastra (tengah) menyerahkan satu unit truk sampah kepada Perbekel Desa Bakbakan. foto: adi

GIANYAR – Kabupaten Gianyar, Bali menggalakkan pengolahan sampah berbasis reduce (kurangi) reuse (gunakan kembali), dan recycle atau daur ulang (TPS3R) Puspa Aman di setiap desa.

Mendukung program tersebut, Bupati Gianyar, Made Mahayastra, menyerahkan satu unit truk sampah kepada Desa Bakbakan, Kamis (25/2/2021). Mahayastra didampingi Sekda Made Gede Wisnu Wijaya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ni Made Mirnawati, Kepala Dinas Pertanian I Made Raka, Camat Gianyar I Wayan Widana, serta kades se-Kecamatan Gianyar di Banjar Sanding, Desa Bakbakan.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Mahayastra memaparkan pencapaiannya selama dua tahun memimpin Gianyar. Antara lain alun-alun Gianyar yang merupakan alun-alun tercantik di Bali, pasar terbesar di Bali akan berdiri Desember 2021, perizinan gratis kecuali IMB langsung masuk ke kas daerah, pemberian sembako kepada yang berhak berpedoman dari data desa, dan capaian lainnya.

Mahayastra mengatakan siapapun seharusnya bangga menjadi orang Gianyar jika memang senang dengan pembangunan. “Orang yang tidak bekerja tidak pernah salah, sehingga kritik itu (bagi orang yang bekerja) adalah penyemangat bekerja,” tegasnya.

Selain menyampaikan pencapaian, Mahayastra juga mengatakan targetnya tahun 2023 yakni tidak ada lagi desa yang terbelakang, tidak ada lagi infrastruktur yang tidak dikerjakan, dan angka kemiskinan terendah tingkat nasional.

Baca juga :  BWF Izinkan Tiga Pemain Positif Covid-19 boleh Tanding di Thailand Open

Namun, Mahayastra menyayangkan karena Covid-19 membuat semua pencapaian menurun. Dia rapat dengan kepala desa dan memetakan tahun 2021 ini akan ada 10 desa nol kemiskinan, tapi urung dikerjakan karena Covid-19.

“Karena Covid ini banyak orang yang di-PHK perusahaan tempatnya bekerja, usaha yang bangkrut, termasuk pemerintah yang luar biasa mengalami cobaan. Kami konsentrasi dulu keluar dari kondisi ini,” urainya.

Mahayastra biasanya memberi bantuan truk kepada mereka yang menjalankan Puspa Aman. Namun, di Desa Bakbakan, Mahayastra melihat semangat luar biasa. “Awalilah semua dengan  kesepakatan bahwa kita sepakat membuat desa kita bersih, dan harus ada parameternya,” ajaknya.

Parameter itu, jelasnya, dilihat dari regulasinya dulu, ada atau tidak peraturan desa. Setelah peraturan desa dibuat, harus diperkuat dengan pararem sebagai turunan dari peraturan desa. Sampah harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Bila berjalan dengan baik, ungkapnya,  Puspa Aman ini akan menghasilkan kompos yang bernilai ekonomis.

Mahayastra minta tahun 2022 setiap desa memiliki Puspa Aman dan TPS3R. “Tiga desa memiliki satu TPS3R boleh kalau desa tersebut kecil,” ucapnya. 

Perbekel Bakbakan, I Gede Indra Ariwangsa, menambahkan, untuk program pengolahan sampah ini mulai dibentuk kader dari setiap banjar. Desa ini juga ada bank sampah yakni Bank Sampah Bumi Ayu Desa Bakbakan. Dari program Bupati, dia akan membuat TPS3R di Banjar Kabetan dan akan bersinergi dengan Puspa Aman serta Taman Hatinya PKK.

Baca juga :  Belajar dari Flu Spanyol 1918, Pemahaman Literasi dan Perubahan Perilaku Jadi Kunci Penanganan Pandemi

Dia mengakui sejauh ini desanya belum mempunyai pengolahan sampah, tapi setelah berdirinya TPS3R, untuk sampah-sampah organik akan dijadikan pupuk organik. Khusus sampah plastic, dia bekerja sama dengan dua yayasan yakni Bumi Sasmaya dan Griya Luhu, dan warganya mulai diajarkan untuk memilah sampah dari rumah tangga.

“Untuk pupuk komposnya akan digunakan untuk pertanian organik di desa. Kami berharap dengan adanya satu unit truk sampah bantuan dari Pemkab Gianyar ini, desa menjadi bersih dan asri,” pungkasnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.