Bupati Mahayastra Resmikan Fasilitas Pengelolaan Sampah Skala Desa

  • Whatsapp
Foto: BUPATI GIANYAR SAMPAH BUPATI Gianyar meresmikan fasilitas pengelolaan material sampah dan TPS 3R di Banjar Belong, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang. Foto: adi
Foto: BUPATI GIANYAR SAMPAH BUPATI Gianyar meresmikan fasilitas pengelolaan material sampah dan TPS 3R di Banjar Belong, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang. Foto: adi

GIANYAR – Persoalan sampah ada di mana saja. Tak mengenal apakah di daerah atau negara maju ataupun yang sedang berkembang. Hal itu ditegaskan Bupati Gianyar, Made Mahayastra, saat meresmikan Fasilitas Pengelolaan Material Sampah dan TPS 3R di Banjar Belong, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Jumat (25/6).

Mahayastra mengatakan, setiap negara tak lepas dari persoalan sampah. Sampah kerap menimbulkan masalah, perkelahian, demo, dan masalah sosial lain. ‘’Makanya, suka tak suka harus prioritaskan anggaran untuk pengelolaan sampah,’’ tegasnya.

Mahayastra mengaku dalam sebuah pertemuan dengan para kepala desa atau perbekel telah menekankan agar lebih serius tangani sampah. ‘’Kita sepakat atur dan kelola sampah dari hulu ke hilir dengan model manajemen seperti di tempat ini,’’ ujarnya.

Baca juga :  13 PMI Buleleng “Tamatkan” Masa Karantina

Mahayastra memaparkan tentang komitmennya dalam mengelola dan menangani sampah secara modern berbasis teknologi terbarukan. Di antaranya, telah menandatangani MoU revitalisasi TPA Temesi dengan ITB. Dengan basis teknologi terbarukan, nantinya TPA tak lagi hanya menjadi tempat pembuangan sampah, melainkan tempat pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. ‘’Revitalisasi TPA Temesi dalam kurun waktu lima tahun ke depan kita tuntaskan,’’ ungkapnya.

Terkait hal itu, dihadapan para kepala desa se-Kecamatan Tegallalang, ia minta kepada para perbekel dan masyarakat untuk menyiapkan perilaku masyarakat yang berorientasi sadar lingkungan. Perilaku masyarakat dimaksud menyangkut tata cara mengelola dan menangani sampah dari rumah tangga. ‘’Saya terkejut, desa di Payangan dan desa di Tegallalang, khususnya Taro, bersih dan jauh lebih maju dalam mengelola dan menangani sampah,’’ ujarnya.

Baca juga :  Olimpian Lukman Niode Meninggal Dunia

Mahayastra menyarankan kepada para perbekel yang telah mengelola TPS3R, agar melakukan manajemen pengelolaan sampah yang serius. Lebih-lebih syarat sebuah desa akan mengelola desa wisata wajib punya TPS 3R dan instalasi olah limbah cair untuk DTW sejenis kawasaan wisata Ubud.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gianyar, Wayan Kujus Pawitra, menambahkan, pembangunan fasilitasi persampahan di Desa Taro ini merupakan salah satu wujud kerjasama Pemkab Gianyar dengan Yayasan Bumi Yasmaya (Merah Putih Hijau). Terwujudnya Manajemen atau model pengelolaan sampah ini tentu berkat semangat masyarakat desa dalam menjaga lingkungan lebih bersih dan sehat.

‘’Melalui kerjasama Pemerintah Kabupaten Gianyar dengan Yayasan Bumi Sasmaya (Merah Putih Hijau), nantinya akan dibangun sedikitnya 20 TPS 3R seperti ini di Kabupaten Gianyar,’’ jelasnya. 011

banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 SMK BALI DEWATA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.