Bupati Mahayastra Pastikan Pasar Umum Gianyar Dibongkar Mulai 14 Mei

  • Whatsapp
BUPATI Mahayastra (kanan) menjelaskan rencana pengosongan dan pembongkaran Pasar Umum Gianyar kepada awak media. foto: antaranews.

GIANYAR – Bupati Gianyar Made Mahayastra memastikan rencana pengongan dan pembongkaran Pasar Umum Gianyar mulai 14 Mei hingga 24 Mei 2020. Pembangunan ulang pasar di jantung kota itu, akan dikonsep lebih modern.

“Pembongkaran yang diperkirakan berlangsung selama dua bulan ini, juga telah disepakati dengan para pedagang di Pasar Umum Gianyar,” kata Bupati Mahayastra di hadapan awak media di kantor Bupati Gianyar melalui keterangan pers Diskominfo Gianyar, Selasa (5/5/2020).

Bacaan Lainnya

Didampingi Kadis Perindag Luh Gede Eka Suary dan Kepala Bappeda Litbang Gede Widarma Suharta, Bupati menjelaskan, wacana revitalisasi pembangunan Pasar Umum Gianyar sudah hampir dua tahun lalu.

Proyek ini sudah direncanakan dengan sangat detail dan hati-hati, dengan melihat kondisi pasar yang terletak di jantung Kota Gianyar ini. Apalagi kedepannya, Pasar Umum Gianyar akan dibuat menjadi sebuah destinasi wisata pasar tradisional dengan wisata kuliner yang terbilang lengkap.

Pasar akan dirancang menjadi pasar tradisional yang bersih dan higienis, sehingga wisatawan merasa nyaman untuk berkunjung dan berbelanja. “Dengan total anggaran yang cukup besar yaitu Rp250 M, Pasar Umum Gianyar akan menjadi pasar yang megah dengan fasilitas yang modern,” tambah Mahayastra.

Terkait dengan relokasi maupun pembongkaran yang dimulai tanggal 14- 24 Mei 2020, Bappeda Litbang Gianyar sudah mengadakan sosialisasi dan berkali-kali bertemu dengan para pedagang dan sudah dikelompokkan berdasarkan produk yang dijual.

Baca juga :  Dituduh Nyantet, Bagia Tebas Sepupu

Semua sudah disampaikan sesuai dengan tahapannya, dan para pedagang juga sudah menandatangani kesepakatan, kini tibalah saatnya untuk proses eksekusi.

“Kita sudah sampaikan semua tahapannya, kini tibalah tahap eksekusi, artinya sudah akan mulai dibangun. Tidak ada pergeseran anggaran atau penundaan anggaran. Kontrak kerja sudah dan sekarang akan dimulai kontrak pembangunan fisik,” urai Bupati Mahayastra.

Ketika ditanya jika ada pedagang yang meminta penundaan relokasi, ia menegaskan sudah tidak ada lagi proses negosiasi, karena jadwal pengerjaan sudah jelas, tidak bisa diubah lagi. Sementara untuk tempat relokasi sendiri sudah siap, yakni terletak di jalan utama di Kelurahan Samplangan.

“Saya tidak memikirkan BEP (Break Event Point), tidak memikirkan retribusi yang akan didapatkan, yang saya inginkan kota ini harus dibangun, harus bersih, tertata. Pedagangnya senang, nyaman dan memperoleh keuntungan yang banyak. Kalau ada satu atau dua orang yang tidak setuju dengan membuat spanduk penolakan, saya tidak akan pedulikan dan saya akan maju terus,” tegas Bupati Mahayastra, seperti dilansir dari antaranews.

Bupati juga menegaskan kalau ternyata sampai akhir tanggal yang ditentukan yaitu 24 Mei tidak dikosongkan, maka akan dibuldoser. Ia sendiri akan memimpin pengosongan itu, karena ini sudah ada kesepakatan bersama para pedagang.

Terkait dengan situasi pandemi saat ini, menurut Mahayastra, sesuai dengan amanat Presiden bahwa pemulihan Covid-19, tidak hanya berperang di bidang kesehatan saja. Namun harus berjuang memulihkan ekonomi dengan bergulirnya semua aktivitas ekonomi.

Baca juga :  Denpasar Tambah 36 Kasus Positif Covid-19, Pasien Sembuh 10 Orang

Karenanya, Bupati Mahayastra tetap mempertahankan Rp736 miliar untuk belanja modal yang salah satunya adalah pembangunan Pasar Umum Gianyar. Harus memperhitungkan beberapa orang yang bisa mengais rejeki di toko-toko nanti, berapa ribu tenaga kerja yang akan mencari makan di sana dan lain-lainnya.

“Inilah salah satunya mengapa saya ngotot menjalankan roda perekonomian, sesuai dengan amanat Presiden, perekonomian itu harus tetap dijaga dengan tetap menjalankan protokol penanganan Covid-19, termasuk tenaga kerja yang bekerja nanti, dan semua itu sudah saya pikirkan,” tegasnya lagi.

Terkait dengan jumlah pedagang nanti, pedagang lama tetap diprioritaskan yaitu sebanyak 1.102 pedagang yang ber-SK. Untuk relokasi sementara bagi pedagang sudah disediakan tempat di Kelurahan Samplangan Gianyar. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.