Bunga Kasna Ditetapkan Jadi Ikon Bunga Khas Karangasem

  • Whatsapp
BUPATI Dana menunjukkan Surat Edaran (SE) tentang pelestarian bunga kasna sebagai bunga khas Karangasem. Foto: ist

KARANGASEM – Bunga kasna atau bunga edelweis yang tumbuh subur dan dilestarikan masyarakat lokal di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, menjadi salah satu ikon wisata. Hamparan edelweis itu mampu menyedot perhatian wisatawan domestik dan mancanegara, karena terkenal dengan keindahannya.

Objek wisata Taman Edelweis ada di Kawasan Pura Besakih. Wisatawan bisa menikmati dua paket wisata sekaligus, yakni wisata spiritual dengan menikmati aura spiritual Pura Besakih; dan keindahan serta keharuman hamparan bunga kasna yang tidak jauh dari Pura Besakih.

Bacaan Lainnya

Melihat bunga kasna kini menjadi ikon Karangasem, Bupati Karangasem, I Gede Dana, berupaya menjaga kelestariannya. Sebab, bunga yang oleh banyak orang sering disebut sebagai bunga keabadian itu tidak boleh sembarangan dipetik, apalagi digusur.

Bupati Dana mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang pelestarian bunga kasna sebagai bunga khas Karangasem, yang secara turun-temurun memberi nilai religius, budaya, sosial, dan ekonomi kepada masyarakat Karangasem.

Karena itu perlu dilindungi, dilestarikan, dikembangkan, serta dijadikan identitas daerah dalam mewujudkan visi pembangunan daerah “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” di Karangasem melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Karangasem Era Baru yang Pradnyan, Kertha, Shanti, dan Nadi (Prakerthi Nadi).

Baca juga :  Jalan Penghubung Dua Desa di Tembuku, Bangli Jebol Lagi

SE itu ini senada dengan Pergub Bali Nomor 29/2020 tentang Pelestarian Tanaman Lokal Bali Sebagai Taman Gumi Banten, Puspa Dewata, Usada, dan Penghijauan. Pergub ini mengamanatkan semua pihak melakukan upaya pelindungan, pembudidayaan, dan pelestarian tanaman lokal Bali.

“Berdasarkan pertimbangan itulah, saya perlu menetapkan Keputusan Bupati tentang Penetapan Bunga Kasna sebagai petanda khas atau ikon Kabupaten Karangasem,” ujar Bupati Dana, di sela-sela kegiatan di Pura Besakih, Rabu (20/10/2021), sembari menegaskan bunga kasna juga digunakan sebagai sarana upakara yadnya.

Menurutnya, Pemkab, pelaku usaha, dan krama Karangasem harus berpihak dan berkomitmen terhadap sumber daya lokal, dengan berperan aktif melindungi, melestarikan, memberdayakan, dan memanfaatkan bunga kasna sebagai salah satu basis pengembangan perekonomian.

“Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan di Karangasem secara sekala-niskala,” imbuhnya didampingi Sekda I Ketut Sedana Mertha dan Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiarta.

Dana berujar juga mendorong kepada desa adat untuk segera menyusun pararem tentang penggunaan bunga kasna dalam kegiatan upacara yadnya. Kasna juga disebut akronim dari Karangasem Shanti lan Nadi. Yang lebih penting lagi, ulasnya, bagaimana memberdayakan dan memanfaatkan bunga kasna untuk kegiatan seremonial, hiasan, dan daya tarik wisata.

Pun harus ada upaya pemerintah, terutama dinas terkait, bekerja sama dengan pelaku wisata dan pengusaha hotel serta restoran agar aktif mempromosikan dan membuka akses pasar bunga kasna dalam berbagai kegiatan lokal, nasional, dan internasional. Semua bermuara kepada meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Karangasem.

Baca juga :  Pemkab Siapkan Hibah Rp7,5 Miliar ke KONI Klungkung

Intinya, tegas Dana, bagaimana secara bersama melindungi keberadaan kawasan tanaman bunga kasna dari ancaman penggusuran dan alih fungsi lahan untuk kepentingan usaha lain.

Juga mendorong dan memfasilitasi pengembangan UMKM dan koperasi sebagai lembaga usaha bagikarma, guna meningkatkan pemanfaatan bunga kasna sebagai basis pengembangan perekonomian, ekonomi kreatif. “Agar memberi manfaat sebesar-besarnya untuk kesejahteraan dan kebahagiaan krama secara sekala-niskala,” pungkasnya. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.