POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar menggelar Sosialisasi Konvergensi Adaptasi Perubahan Iklim (API), Pengurangan Risiko Bencana (PRB), dan Sustainable Development Goals (SDGs) di kantor Desa Peliatan, Rabu (4/2/2026).
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, sekaligus sebagai narasumber, menjelaskan, sosialisasi ini bertujuan membangun desa berkelanjutan. Pun memperkuat ketahanan iklim melalui peningkatan pemahaman, serta sinergi berbagai pemangku kepentingan dalam mengintegrasikan adaptasi perubahan iklim, pengurangan risiko bencana, dan pencapaian SDGs ke dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa yang inklusif, tangguh, dan berwawasan lingkungan.
“Perubahan iklim saat ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain peningkatan suhu global, perubahan pola curah hujan, serta semakin seringnya terjadi fenomena cuaca ekstrem yang mengancam keselamatan dan keberlangsungan hidup masyarakat,” jelas Dibya.
Dia menguraikan, risiko bencana yang belakangan terjadi di wilayah desa, seperti banjir, tanah longsor, dan bencana lainnya, memberi dampak signifikan terhadap kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat. Sementara itu, pencapaian SDGs Desa sebagai agenda pembangunan berkelanjutan, menuntut adanya pendekatan yang terintegrasi dan berkelanjutan, guna memperkuat ketahanan desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dibya memaparkan, strategi utama dalam adaptasi perubahan iklim, meliputi diversifikasi mata pencaharian masyarakat untuk mengurangi kerentanan ekonomi, dan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan guna menjamin ketersediaan air di tengah perubahan pola iklim. Berikutnya penguatan sistem peringatan dini cuaca dan iklim sebagai langkah antisipatif terhadap risiko bencana, serta konservasi hutan dan lahan sebagai upaya menjaga ekosistem sekaligus meningkatkan penyerapan karbon.
“Sosialisasi ini diharap menjadi langkah awal dalam memperkuat komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mengarusutamakan adaptasi perubahan iklim, pengurangan risiko bencana, dan pencapaian SDGs Desa, sehingga pembangunan desa dapat berjalan secara berkelanjutan, adaptif, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya. adi
























