BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem di Bali pada 21-27 Januari 2026

BMKG merilis peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Bali hingga 27 Januari 2026. Foto: ist
BMKG merilis peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Bali hingga 27 Januari 2026. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, MANGUPURA – Hujan disertai angin kencang yang melanda wilayah Bali pada Selasa (20/1/2026) malam hingga Rabu (21/1/2026) dini hari menyebabkan sejumlah bencana. Bahkan seorang ibu dan anak dikabarkan hanyut terseret air bah di Tabanan. BMKG merilis peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Bali hingga 27 Januari 2026.

Prakirawan Cuaca BBMKG Wilayah III, Diana Hikmah, menerangkan, berdasarkan data pengamatan cuaca pada Selasa malam hingga Rabu dini hari, intensitas curah hujan mencapai 61.5 mm (hujan lebat). Kondisi angin umumnya bertiup dari arah Barat Daya – Barat dengan kecepatan maksimum mencapai 38 knot (70.3 km/jam). Kecepatan angin maksimum ini tercatat pada Selasa malam hingga Rabu dini hari. ‘’Kecepatan angin mencapai 25 knot atau lebih sudah dikategorikan sebagai angin kencang dan termasuk esktrem, untuk hujan belum masuk cuaca ekstrem,’’ ucapnya dikonfirmasi Rabu (21/1/2026).

Bacaan Lainnya

BMKG Bali telah mempublikasi informasi tersebut kepada masyarakat dan instansi terkait. Untuk informasi potensi hujan sedang – lebat dan angin kencang akan terus di update setiap hari melalui informasi peringatan dini cuaca.

Terpisah, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III, Cahyo Nugroho menyampaikan bahwa BMKG mengidentifikasi adanya perkembangan signifikan dalam dinamika atmosfer yang berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di sebagian besar wilayah Bali pada periode 21 – 27 Januari 2026.

Dipaparkannya, ada sejumlah faktor yang menyebabkan terjadinya peningkatan aktivitas konvektif dan potensi kejadian cuaca ekstrem berupa hujan sedang-lebat dan angin kencang. Di antaranya, sebagian besar wilayah Bali sudah memasuki puncak musim hujan. Kemudian, aktifnya monsun Asia yang disertai terbentuknya pola pertemuan angin (konvergensi) di wilayah Bali dan kelembapan udara basah hingga lapisan atmosfer atas (200 mb).

Untuk wilayah yang berpotensi terdampak hujan dengan intensitas sedang – lebat disertai petir/kilat dan angin kencang yaitu, Kabupaten Badung, Denpasar, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar,  Karangasem, Klungkung, Buleleng. ‘’Wilayah-wilayah tersebut berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang dan longsor tergantung tingkat kerawanan masing-masing wilayah,’’ ungkapnya.

Ia juga mengimbau agar masyarakat perlu mewaspadai pula potensi tinggi  gelombang laut mencapai 1.25 – 2.5 m untuk wilayah Perairan Utara Bali dan Selat Lombok bagian Utara, serta potensi tinggi gelombang laut mencapai 2.5 – 4.0 m untuk wilayah Selat Bali bagian Selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian Selatan, dan Perairan Selatan Bali. ‘’Melihat potensi cuaca tersebut, kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan dapat mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap dapat berlangsung aman dan lancar. Terus memantau informasi terkini dari BMKG melalui sumber yang resmi,’’ imbuhnya. gay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses