Bisa Belanja Pakai QRIS, Bank BPD Bali Digitalisasi Pasar Desa Bongan Puseh

  • Whatsapp
GUBERNUR Koster memperlihatkan barcode QRIS Bank BPD Bali sebagai transaksi pembayaran digital di Pasar Desa Adat Bongan Puseh. Foto: ist

TABANAN – Pasar Desa Adat Bongan Puseh, Tabanan kini berbasis digital dengan menerapkan pembayaran nontunai yang menggunakan standar nasional kode respons cepat atau Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) Bank BPD Bali.

Pada Rabu (5/1/2022), pasar tradisional di atas lahan seluas 72,5 are hibah Pemprov Bali itu, diresmikan Gubernur Bali, Wayan Koster, ditandai dengan penandatanganan prasati bersama Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya.

Bacaan Lainnya

Bendesa Adat Bongan Puseh, Gusti Putu Sukarata, menjelaskan, Pasar Desa Adat Bongan Puseh di-branding penuh Bank BPD Bali Cabang Tabanan. Kini 36 kios yang ada di pasar tersebut dapat menerapkan pembayaran nontunai berbasis QRIS.

‘’Pengunjung pasar bisa bertransaksi digital tidak lagi perlu menunggu kembalian uang. Kami sangat berterimakasih dengan Bank BPD Bali sudah memfasilitasi pasar kami menggunakan QRIS,’’ kata Sukarata.

Menurut dia, melalui pembayaran QRIS Bank BPD Bali dirasakan sangat mudah dan cepat. Ia berharap kepada Bank BPD Bali para pedagang pasar agar diberikan program-program kredit murah.

‘’Dengan adanya QRIS Bank BPD Bali ini, Pasar Desa Adat Bongan Puseh sangat keren sekali, sebab berbelanja tidak menggunakan uang tunai,’’ ujarnya.

Pihaknya juga akan segera memasang elektronik parkir atau e-parkir di Pasar Desa Adat Bongan Puseh untuk mencegah kebocoran keuangan serta hal-hal yang tidak diinginkan. ‘’Mudah-mudahan ide ini bisa kami realisasikan,’’ ujarnya.

Baca juga :  Kejari Buleleng Sudah Periksa 10 Saksi, Desa Adat Ingin Bangkitkan Kembali LPD Anturan

Gubernur Koster sangat mengapreasiasi Pasar Desa Adat Bongan Puseh sebagai pasar rakyat yang sudah menerapkan transaksi digital yang difasilitasi oleh Bank BPD Bali. ‘’Kami akan mendorong pasar rakyat di Bali bertransaksi secara digital,’’ ungkapnya.

Bupati Sanjaya juga sangat mengapresiasi hadirnya pasar rakyat digital. Ia akan mendorong pasar rakyat lainnya menerapkan transaksi digital untuk menumbuhkan ekonomi kerakyatan.

‘’Saya sangat bangga dengan adanya Pasar Desa Adat Bongan Puseh. Artinya, perputaran ekonomi di Kabupaten Tabanan tidak lagi hanya ada di perkotaan saja. Jadi pemerataan ekonomi di Tabanan terjadi dan ini sangat keren sekali. Apalagi transaksinya menggunakan digital,’’ paparnya.

Di sisi lain, Kepala Bank BPD Bali Cabang Tabanan, I Gusti Ngurah Supardi, sangat mendukung digitalisasi pasar rakyat sebagai bagian program dari pemerintah dalam mengurangi penggunaan uang tunai.

Bahkan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Bendesa Adat Bongan Puseh terkait digitalisasi pasar, termasuk rencana e-parkir. nan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.