Berkat Kolaborasi dengan ATR/BPN NTB, Capaian Sertifikasi Aset PLN UIP Nusra Capai 67 Persen

GM UIP Nusra, Wahidin (tiga kiri) saat menerima sertifikat aset berupa sertifikat dari Kantah Sumbawa dan Dompu di Mataram, Rabu (15/6/2022) malam. Foto: rul
GM UIP Nusra, Wahidin (tiga kiri) saat menerima sertifikat aset berupa sertifikat dari Kantah Sumbawa dan Dompu di Mataram, Rabu (15/6/2022) malam. Foto: rul

MATARAM – Program penyelamatan aset negara untuk penyertifikatan aset ketenagalistrikan di wilayah Nusa Tenggara, terus dilakukan PLN UIP Nusra. Percepatan penyertifikatan aset-aset ketenagalistrikan yang dibangunnya di seluruh Nusa Tenggara tidak lain untuk memenuhi amanat yang diamanahkan oleh PT PLN (Persero) Pusat.

‘’JADI program ini adalah upaya kami memenuhi tata tertib hukum dan memenuhi aspek legalitas yang telah dilakukan sejak tahun 2021 lalu,’’ ujar GM UIP Nusra, Wahidin, dalam sambutannya saat serah terima sertifikat hak aset PT PLN (Persero) dari BPN Kanwil Provinsi NTB Kantah Sumbawa dan Kantah Dompu, Rabu (15/6/2022) malam di Mataram.

Read More

Menurut Wahidin, program penyertifikatan aset-aset ketenagalistrikan dilakukan PLN dengan berkolaborasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Untuk di NTB, hal itu dilakukan di PLN UIP Nusa Tenggara, dengan sinergi membuahkan hasil kurang lebih mencapai lebih dari 1000 sertifikat di wilayah Nusa Tenggara.

Di mana, tahun lalu, kolaborasi itu, sudah berhasil menyertifikatkan sebanyak 659 aset di NTB dan 443 aset di NTT dengan jumlah total sebanyak 1102 untuk UIP Nusa Tenggara. ‘’Sedangkan, tahun ini, kami ditargetkan sebanyak 750 sertifikat, dengan 337 di semester 1 dan 413 di semester 2. Khusus untuk wilayah NTB, tahun ini kami ditargetkan sekitar 400 sertifikat,’’ kata Wahidin.

Menurut dia, program kolaborasi dengan berbagai pihak terkait akan terus dilakukan. Terlebih, KPK terus memonitor serah terima aset milik PLN tersebut.  Terlebih, jika merujuk arahan Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN, Himawan Arif Sugoto, maka seluruh tanah di Indonesia sesuai kesepakatan antara PLN dengan Kementerian ATR, harus terdaftar hingga tahun 2025.

Wahidin menjelaskan, hingga kini, ribuan aset yang telah disertifikatkan PLN UIP Nusra, yakni 11 sertifikat dari Kantah Kabupaten Lombok Utara (KLU), 15 sertifikat dari Kantah Kabupaten Lombok Timur (Lotim), sebanyak 43 sertifikat dari Kantah Kabupaten Bima, lima sertifikat dari Kantah Kota Bima, sebanyak 61 sertifikat dari Kantah Kabupaten Sumbawa.

Selanjutnya, sebanyak 30 sertifikat dari Kantah Kabupaten Dompu. ‘’Jadi, total total sertifikat sampai dengan tanggal 15 Juni ini ada 165 Sertifikat yang telah diserahkan kepada PLN UIP Nusra,’’ ucap dia.

Wahidin mengatakan, sejak penandatanganan kesepakatan kerja sama antara Kementerian ATR/BPN dengan PT PLN (Persero) pada tahun 2019 lalu, capaian sertifikasi aset PT PLN (Persero) meningkat hingga 67 persen di triwulan kedua tahun 2022. Hal itu dipicu, PLN merupakan perusahaan milik negara, yang mana asetnya adalah aset negara.

Oleh karena itu, langkah proaktif untuk menyelesaikan sertifikasi aset-aset tersebut. Tentunya, dengan cara menyederhanakan proses bisnis yang kompleks menjadi sedemikian rupa.

Harapannya, lanjut Wahidin, adalah agar  alur sertifikasi aset menjadi lebih cepat. ‘’Intinya, kami siap mematuhi seluruh yang tersirat dan tercatat didalam MoU yang sudah ada, yakni antara PLN, Kementerian ATR/BPN dan KPK terkait penyelamatan aset negara melalui kolaborasi dengan lembaga tersebut,’’ jelas dia.

Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Sumbawa, Subhan mengatakan, bahwa pihaknya akan siap melakukan kerjasama dengan PLN terkait penyelamatan aset negara di bidang ketenagalistrikan tersebut.  Bahkan, pihaknya menyiapkan bangku dan meja khusus pada jajaran PLN untuk menuntaskan aset yang akan diproses menjadi sebuah sertifikat.

‘’Kalau di Kantah Sumbawa, itu kami sengaja menyiapkan meja dan kursi jika ada jajaran PLN UIP Nusa Tenggara yang hendak mengurus sertifikatnya. Kami siapkan waktu 24 jam untuk melayani segala berkas dan persyaratannya, bahkan kami siap menjadi mitra dan mendampingi langsung prosesnya,’’ tandas Subhan.

Pada kegiatan itu, sejumlah pejabat teras PLN UIP Nusra, yakni Senior Manager Pertanahan, Perizinan dan Komunikasi, Otong Sugiyono; Senior  Manager Perencanaan,  Zaky Adikta; Senior Manager Operasi Konstruksi, Frits Rajagukguk; serta Manager UPP Nusra 1, Sofwan Hariadi; turut mendampingi GM UIP Nusra, Wahidin. rul

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.