Berbagi Cerita dengan Mahasiswa Baru Unram, Isvie Perempuan Pertama Jabat Ketua DPRD NTB

KETUA DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda, bersama ribuan mahasiswa baru Unram saat mengisi pembekalan PKKMB jalur SNBP Universitas Mataram (Unram), Rabu (14/6/2023). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, MATARAM – Ada yang berbeda saat kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di Auditorium M. Yusuf Abubakar, Universitas Mataram (Unram), Rabu (14/6/2023).

Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda, didaulat memberi pembekalan pada 1.158 mahasiswa baru salah satu PTN terbesar di NTB itu. Sebagai Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unram, Isvie mengaku pernah merasakan suka-duka mahasiswa yang aktif berorganisasi di kampus tapi tetap mengedepankan prestasi akademik.

Read More

“Berorganisasi adalah cara kita berekspresi, menambah kawan dan jaringan. Tapi prestasi akademik juga jangan kita lupakan agar bisa lulus tepat waktu, sehingga orangtua bisa bangga,” ujarnya mengawali.

Memompa semangat, Isvie menceritakan perjuangan menjadi perempuan pertama yang menjabat Ketua DPRD NTB. Agar bisa sukses dalam berbagai pekerjaan, butuh disiplin ketat dan tekad kuat. Lahir dan besar di Kota Selong, Lombok Timur, dia hidup di keluarga politikus. Ayahnya, Lalu Muslihin, adalah Bupati Lombok Timur pertama definitif.

Jiwa “memberontaknya” muncul ketika SD memaksa boleh bermain di luar, dan akhirnya dibelikan sepeda. Waktu itu dia seorang anak perempuan di Lombok Timur yang memiliki sepeda. Dididik keras ayah, Isvie harus membaca majalah Tempo dan buku-buku tentang orang hebat.

Semua itu dibaca dengan suara nyaring yang berlangsung sampai sekolah di SMPN 1 Selong. “Saya maunya jadi PNS, malah ditawari jadi anggota DPRD sama orangtua. Tidak mau saya waktu itu,” katanya.

Saat kuliah, dia mengambil jurusan hukum di Unram untuk strata sarjana dan magister. Sempat jadi tenaga honorer di Kecamatan Selong, Isvie berlabuh sebagai dosen. Tidak puas, dia membentuk lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan mulai melirik partai politik dengan bergabung ke Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI).

Lincah gerakan politiknya mengantar dia menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mulai tahun 1999. Ia berhenti menjadi dosen Unram pada tahun 2004, fokus mencalonkan diri sebagai caleg DPR RI. Sayang, Pemilu 2004 dan 2009 berakhir dengan kegagalan ke Senayan. Dia baru berhasil setelah ke DPRD NTB mulai 2014.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Sujita, menambahkan, PKKMB tahun 2023 merupakan wahana bagi pimpinan perguruan tinggi untuk memperkenalkan dan mempersiapkan mahasiswa baru, dalam proses transisi agar menjadi mahasiswa yang dewasa dan mandiri.

“Selanjutnya mempercepat proses adaptasi mahasiswa baru dengan lingkungan kampus, sehingga dapat memahami dan mengenal lingkungan baru, terutama organisasi, sistem kependidikan, dan pembelajaran yang ada di perguruan tinggi,” katanya.

Rektor Unram, Prof. Bambang Hari Kusumo, turut menyambut mahasiswa baru jalur SNBP. “Selamat karena kalian sudah berhasil masuk ke perguruan tinggi terbaik di NTB. Kalian patut berbangga, karena tidak semua mahasiswa bisa masuk lewat jalur prestasi,” ungkap Rektor ke-10 Unram itu.

“Unram punya banyak UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), silakan kalian pilih mau gabung di UKM apa yang sesuai talenta kalian. Tentunya, talenta kalian tidak hanya di bidang akademik tapi juga nonakademik,” pesannya.

Bambang berharap mahasiswa baru tersebut dapat menjadi generasi penerus bangsa, yang mampu mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045. rul

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.