Bentuk KIM, Gianyar Belajar ke Kota Mataram

DINAS Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gianyar yang gencar membentuk KIM, melakukan studi tiru ke Kota Mataram, Provinsi NTB. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, MATARAM – Kota Mataram di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu kota yang memiliki Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) sangat aktif. Selain itu, juga merupakan yang terbaik dan teraktif di Provinsi NTB.

Mendengar gaung KIM Kota Mataram yang baik, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gianyar, yang sedang gencar membentuk KIM, melakukan studi tiru ke Kota Mataram.

Read More

Pimpinan rombongan Diskominfo Gianyar, Ni Luh Made Astiti, mengungkapkan kunjungannya ke Mataram untuk mengetahui pengelolaan dan pembinaan KIM. Dikatakannya, saat ini di Gianyar baru terbentuk 1 KIM yang berada di Desa Peliatan.

Intansinya bersurat ke semua desa/kelurahan terkait pembentukan KIM. ‘’KIM kini telah difasilitasi platform digital oleh Kementerian Kominfo melalui web kim.id. Inilah yang sedang kami sampaikan ke desa/kelurahan,’’ ucapnya.

Menerima rombongan tamunya di Kantor Diskominfo Kota Mataram, Senin (24/7/2023), Kepala Diskominfo Kota Mataram, I Nyoman Suandiasa, mengatakan KIM di Kota Mataram mulai terbentuk sejak tahun 2017. ‘’Kami mulai membentuk KIM tahun 2017 dengan 10 KIM, dan hingga saat ini telah ada 41 KIM,’’ ujarnya.

Meningkatkan kualitas KIM, Suandiasa mengaku terus melakukan pembinaan kepada anggota KIM, melalui bimtek dan pelatihan jurnalistik. Pelatihan setiap tahun itu agar kualifikasi terpenuhi, serta produk yang dihasilkan oleh KIM dapat dipertanggungjawabkan.

Koordinator KIM Sekarbele, Hadi, menambahkan, peran KIM sebagai Komunitas Informasi Masyarakat sangat membantu masyarakat dalam memperoleh informasi yang valid. Pula mewartakan potensi suatu wilayah.

‘’Kami secara aktif membantu mempublis kegiatan yang ada di sekitar, untuk itu kami juga diberi pelatihan jurnalistik, sehingga bisa peka terhadap keadaan sekitar,’’ jelasnya.

Dalam perjalanannya, KIM Kota Mataram rutin mendapat pembinaan dan dukungan sarana prasarana, baik dari Diskominfo Kota Mataram atau dari anggota DPRD melalui dana Pokir.

‘’Kami mendapat uang saku dan sarana prasarana berupa laptop dan akses wifi. Ada yang mendapat dari Diskominfo, dan ada dari dana Pokir anggota DPRD Kota Mataram,’’ bebernya.

‘’Karena di sana saling berkaitan dan saling menguntungkan. Di samping kami mendapat dana sarana dan prasarana, anggota DPRD juga dapat membina konstituennya dengan baik serta memberikan informasi kepada masyarakat,’’ lanjutnya.

Dia mencontohkan saat terjadinya gempa Lombok tahun 2018. KIM secara gotong royong turun langsung memberi informasi kepada masyarakat secara valid, serta memberi klarifikasi atau pemahaman tentang kabar hoaks yang beredar. adi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.