POSMERDEKA.COM, JAKARTA – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tengah memetakan berbagai fasilitas olahraga yang terbengkalai untuk dikelola kembali dan dimanfaatkan bagi masyarakat.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan pemetaan dilakukan bersama sejumlah kementerian untuk memastikan aset olahraga yang telah dibangun menggunakan anggaran negara tidak menurun kualitasnya.
“Bahwa tidak semua fasilitas olahraga yang sudah dihambur-hamburkan, dibangun di mana-mana, ternyata hari ini mangkrak. Itu uang rakyat,” kata Erick dalam Indonesia Sport Summit 2026 di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Kemenpora berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan kementerian terkait lain untuk menginventarisasi fasilitas yang masih layak digunakan dan membutuhkan pengelolaan kembali.
Pemerintah juga tengah menunggu regulasi Kementerian Keuangan dan Kementerian Pekerjaan Umum agar aset-aset itu bisa dikelola bersama pihak lain. “Ini asetnya sudah ada, mangkrak, yang setiap tahunnya turun kualitasnya. Ini yang kami mau, kami sedang memetakan,” ujar Erick, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.
Ia mengatakan jumlah fasilitas olahraga yang terbengkalai cukup banyak, namun angkanya belum pasti karena masih didata. Kemenpora juga memasukkan fasilitas swasta yang terawat dan layak digunakan ke dalam pemetaan ekosistem olahraga nasional.
Erick mencontohkan Gelora Bung Karno dan Bali United Academy sebagai fasilitas yang memiliki pengelolaan dan akses penggunaan yang baik. ”Pemerintah tidak ingin membangun fasilitas olahraga baru tanpa ada perencanaan pemanfaatan yang jelas,” ungkapnya.
Erick mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah meminta agar setiap pembangunan fasilitas olahraga memiliki peta jalan sehingga aset yang dibangun tidak terbengkalai.
Kebijakan serupa diterapkan dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) dengan mengutamakan pemanfaatan fasilitas yang telah tersedia dibandingkan membangun arena baru.
“Tidak ada pembangunan fasilitas baru. Yang ada memanfaatkan yang lama. Ini penting karena sudah terlalu banyak uang rakyat dihambur-hamburkan dan tidak terpakai,” pungkas Erick. yes
























