Askot PSSI Denpasar Apresiasi Pencapaian Perseden di Ajang Piala Soeratin Bali 2026

KETUA Umum Askot PSSI Kota Denpasar, Anak Agung Putu Sudirka Yoga Semadi (kiri pegang mic) saat membuka Liga Perseden 2026, di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar. foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Asosiasi Kota (Askot) PSSI Denpasar memberi apresiasi tinggi kepada tim Perseden dalam kiprahnya di ajang Piala Soeratin Bali 2026, yang sudah berakhir sepekan lalu.

Read More

Pada kompetisi tahunan gawe Asprov PSSI Bali itu, mempertandingkan tiga kelompok usia; 13 tahun (U13), U15 dan U17. Dan, Perseden sendiri mengikuti ketiga kelompok umur (KU) yang dipertandingkan itu, dengan target tinggi.

Sebelum kompetisi itu dimulai, Ketua Umum Askot PSSI Kota Denpasar Anak Agung Putu Sudirka Yoga Semadi yang akrab disapa Ajung Civic, memang membebani ketga tim Perseden itu minimal masuk final, bahkan bisa menyapu bersih gelar juara.

Hasilnya memang sesuai ekspektasi, karena ketiga tim Perseden U13, U15 dan U17 masuk final (finalis). Namun dalam tiga final itu, hanya Tim U17 Perseden yang menjadi juara. Sementara U13 dan U15 finish sebagai runner up.

Sukses juara Tim U17 Perseden sekaligus mengobati penantian lama, karena dalam beberapa tahun ini selalu gagal menjadi yang terbaik di Bali. Dan sejak Askot PSSI Denpasar dinahkodai Ajung Civic, gelar juara itu baru kembali ke pangkuan masyarakat ibu kota provinsi Bali ini.

Pencapaian ketiga tim masuk final juga merupakan sejarah tersendiri sepanjang partisipasinya di kancah Piala Soeratin Bali. ”Tentunya prestasi ini sangat luar biasa. Tiga tim masuk finalis, satu juara di kelompok umur paling bergengsi U17 menjadi milik Perseden,” ucap Ajung Civic.

”Pencapaian ini juga memberi sinyal, bahwa pembinaan berjenjang dan berkesinambungan yang telah dilakukan Perseden berjalan dengan sangat baik, sehigga lahirlah prestasi ini,” lanjut Ajung Civic, seraya mengucapkan terima kasih kepada para pemain, jajaran tim pelatih serta para ofisial U13, U15 dan U17, yang telah berjuang penuh dedikasi dan loyalitas tinggi.

Di mata masyarakat serta mantan para pemain, gelar juara Piala Soeratin U17 memang paling bergengsi dibanding dua kelompok umur lainnya. Sebab Piala Soeratin pertamakali digelar sejak 1965 hingga 2010 hanya mempertandingkan kelompok junior usia di bawah 18 tahun (U-18).

Nama Soeratin diambil dari nama depan mantan ketua umum PSSI yang pertama yaitu Soeratin Sosrosoegondo, untuk mengenang jasa-jasa dia dalam merintis dan membangun sepakbola Indonesia.

Sejak 2012, PSSI meregulasi kompetisi Piala Soeratin diperuntukkan bagi pemain sepak bola yang berusia 17 tahun ke bawah sampai sekarang. Kemudian sejak tahun 2017, ditambah untuk kelompok umur 15 tahun (U15) dan mulai 2021 ditambah satu lagi untuk U13.

”Mungkin karena sejak dari dulu usia 17 tahun (U17) dipertandingkan, maka gengsinya masih terasa sampai sekarang. Mestinya final U17 zona Bali 2026, harusnya jadi partai puncak,” ucap Direktur Organisasi Asprov PSSI Bali, Made Pakris.

Pakris memang merasakan atmosfir pertandingan di ajang Soeratin era 80-an, karena dia merupakan dari bagian tim junior Perseden saat itu. Dia juga merupakan salah satu mantan pemain andalan tim senior Perseden.

”Saya pernah berjuang bersama Perseden di kompetisi perserikatan yang merupkan kompetisi paling elit nasional. Belum ada kompetisi seperti galatama, liga Indonesia hingga super leageu seperti saat ini,” pungkasnya. yes

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.