BANGLI – Persoalan sampah di Bangli perlu mendapat perhatian serius. Sebab, truk armada sampah yang dimiliki Pemkab Bangli sudah lapuk alias tua.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangli, Ida Ayu Gede Yudi Sutha, mengklaim penanganan sampah di Bangli saat ini masih bisa teratasi. Bangli memiliki lima armada baru sebagai hadiah dari pusat setelah Bangli meraih trofi Adipura. Selain itu, Bangli memiliki 18 unit truk pengangkut sampah yang rerata usianya sudah tua, yakni keluaran tahun 1990-an. Malah dua di antaranya sudah ada sejak tahun 1985.
“Karena sudah uzur, jadinya tak bisa dipakai maksimal. Sebentar dipakai langsung rusak. Kalau perbaikan membutuhkan biaya cukup tinggi,” ungkap adik Sekda Bangli, Ida Bagus Gde Giri Putra itu, Senin (10/5/2021).
Dia mengakui 18 armada yang dimilikinya saat ini sudah tak layak meski tetap dioperasikan. Kondisi keuangan Bangli yang sangat minim, terlebih saat ini penganggaran lebih banyak dialokasikan untuk penanganan Covid-19, diakui menjadi pangkal masalah. Karena itu, meski kondisi armada sudah lapuk, tetap dioperasikan demi memberi pelayanan terhadap masyarakat dengan sistem bolak-balik dalam jarak 16 kilometer.
“Misalnya pengakutan sampah yang seharusnya memakan waktu sejam, karena kondisi truk yang sudah tua, otomatis bisa memerlukan waktu dua sampai tiga jam lamanya,” tandasnya. gia























