POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Bawaslu Bali mencatat sejumlah pencapaian strategis di bidang pencegahan dan pengawasan partisipatif di tingkat nasional. Penghargaan diserahkan pada “Malam Apresiasi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat” yang diselenggarakan Bawaslu Republik Indonesia, Kamis (20/12/2025).
Di tingkat provinsi, Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar-Lembaga Bawaslu Bali menempati peringkat pertama kategori Aktivitas Pencegahan Terbaik Tingkat Provinsi. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas konsistensi Bali dalam merancang kebijakan pencegahan yang sistematis, terukur, dan langsung menyentuh kebutuhan kepemiluan. Bali juga berhasil meraih peringkat pertama kategori Penguatan Kerja Sama dan Hubungan Antar-Lembaga Tingkat Provinsi, yang menegaskan bahwa pola kolaborasi lintas pihak yang dibangun Bawaslu Bali berjalan efektif. Pun berdampak signifikan bagi penguatan ekosistem demokrasi daerah.
Di level kabupaten/kota, Bawaslu Buleleng turut menorehkan prestasi dengan masuk dalam nominasi 10 besar Aktivitas Pencegahan Terbaik Kabupaten/Kota, menunjukkan bahwa penguatan pengawasan di Bali bersifat menyeluruh dan bertumbuh dari struktur paling dasar. Dalam kategori Penguatan Kerja Sama dan Hubungan Antar-Lembaga tingkat Kabupaten/Kota, Bawaslu Denpasar terpilih masuk nominasi 10 besar. Capaian ini memperlihatkan adanya kesinambungan kinerja antara provinsi dan kabupaten/kota, dalam menjalankan strategi pencegahan sekaligus partisipasi masyarakat.
Kordiv Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Bali, Ketut Ariyani, menegaskan, penghargaan tersebut menjadi bukti nyata bahwa arah kebijakan pencegahan di Bali berada di jalur yang tepat, tanpa harus menunggu terjadinya pelanggaran. Menurutnya penghargaan itu bukan sekadar apresiasi, tapi sebuah pengingat bahwa pencegahan harus menjadi roh utama pengawasan pemilu. “Bali belajar bahwa kualitas demokrasi tidak hanya diukur dari menangani pelanggaran, tapi dari kemampuan mencegah masalah sebelum ia muncul,” ujar Ariyani.
Dia menambahkan, pencapaian ini juga menjadi energi baru bagi Bawaslu Bali untuk memperluas cakupan partisipasi masyarakat. “Kami percaya pengawasan pemilu akan semakin kuat ketika masyarakat merasa memiliki pemilu, bukan sekadar menjadi peserta pasif. Itu sebabnya kami membangun jejaring, ruang diskusi, pendidikan politik, hingga keterlibatan komunitas lokal,” lanjutnya.
Ariyani juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran kabupaten/kota, terutama Buleleng dan Denpasar, yang turut membawa nama Bali di tingkat nasional. Menurutnya, pencapaian tersebut membuktikan bahwa pencegahan bukan hanya strategi administratif, tetapi sebuah budaya kepemiluan yang harus diperkuat bersama.
“Dengan penghargaan ini, Bawaslu Bali menegaskan komitmen untuk terus memperkokoh langkah pencegahan, mengembangkan model partisipasi publik yang lebih strategis, dan memperluas kolaborasi lintas institusi. Upaya tersebut menjadi jalan panjang menuju pemilu berintegritas yang inklusif, humanis, dan partisipatif,” urainya memungkasi. hen
























