Banyak Siswa SMP Naik Motor ke Sekolah, DPRD Bangli Minta Ada Mobil Antar-Jemput

I Wayan Wirya. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Banyaknya siswa SMP di Bangli, yang juga anak di bawah umur naik motor ke sekolah, mengundang perhatian banyak pihak. Selain faktor keselamatan mereka di jalan, juga menimbulkan permasalahan di sekolah karena banyak sekolah kekurangan lahan parkir motor.

Anggota DPRD Bangli, I Wayan Wirya, beberapa waktu lalu mengakui realita tersebut. Menurutnya, gegara banyak siswa di bawah umur yang naik motor ke sekolah, tidak hanya ada sekolah yang kekurangan parkir, yang lebih penting adalah keselamatan anak-anak di jalan.

Bacaan Lainnya

Karena usianya di bawah usia 17 tahun, berarti belum memiliki SIM sekaligus penegas mereka belum layak mengendarai kendaraan bermotor. “Hal ini memang tidak mudah kita pecahkan. Kalau dilarang gunakan sepeda motor, siswa kesulitan pergi-pulang ke sekolah. Kalau antar-jemput tentu akan jadi persoalan bagi orangtua mereka,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan politisi PDIP ini, perlu dicarikan solusi terbaik agar dapat diterima semua kalangan. Idealnya memang harus ada mobil antar-jemput siswa. “Terkait hal ini, semua kalangan seperti orangtua siswa, pengusaha angkutan umum, dan pihak terkait lain harus duduk bersama guna membahas persoalan ini,” pintanya.

Dia mencontohkan bagaimana dia masa sekolah dahulu. Di desanya, yakni Desa Serai, ada kesepakatan antara orangtua siswa dengan pemilik angkutan umum mengenai angkutan anak ke sekolah.

Anak sekolah diantar dan dijemput angkutan umum dengan ongkos serta waktu pembayaran yang disepakati. Dulu hal ini berjalan dengan baik di desanya. “Apa mungkin hal ini bisa diberlakukan lagi, untuk meminimalisir angka lakalantas yang melibatkan anak di bawah umur?” katanya retoris.

Sebagai tambahan, dia menyebut Desa Bunutin, Kecamatan Bangli menyediakan angkutan gratis bagi siswa yang masuk ke SMPN 3 Bangli. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses