Bank NTB Syariah Harap Segera Terungkap, Sakit, Terlapor Urung Diperiksa

  • Whatsapp
DIRUT Bank NTB Syariah, Kukuh Raharjo. Foto: rul

MATARAM – Bank NTB Syariah berharap agar kasus dugaan fraud di internalnya ini bisa segera terungkap, dan menjadi jelas siapa saja yang bertanggungjawab. ‘’Semangat kami di Bank NTB Syariah juga sama dengan masyarakat, agar kasus dugaan fraud ini segera terungkap dan terang benderang siapa pelakunya,’’ kata Dirut Bank NTB Syariah, Kukuh Raharjo, Rabu (29/9/2021).

Kukuh sangat mengapresiasi kinerja Polda NTB yang terus berupaya menangani kasus ini dengan cepat. Bank NTB Syariah juga selalu mendukung dengan data-data yang dibutuhkan untuk proses penyelidikan selama ini.

Bacaan Lainnya

Seperti diketahui, manajemen Bank NTB Syariah resmi melaporkan oknum karyawannya atas dugaan fraud atau penyelewengan dana internal Bank NTB Syariah ke Polda NTB pada akhir Maret 2021 lalu.

Dalam laporan itu, Bank NTB Syariah menjelaskan adanya temuan internal perusahaan terhadap dugaan penyelewengan yang dilakukan oleh oknum pegawai. Sebelumnya Bank NTB Syariah juga menyampaikan laporan dan penyampaian kemajuan perkembangan permasalahan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB pada 5 Februari 2021.

Kukuh menegaskan, pihaknya sangat serius menyelesaikan masalah ini dengan sebaik mungkin, agar citra Bank NTB Syariah juga bisa tetap terjaga. Dia kembali menegaskan, masyarakat dan nasabah tidak perlu khawatir dalam bertransaksi di Bank NTB Syariah. Alasannya, temuan ini justru adalah hasil perbaikan yang dilakukan manajemen secara menyeluruh, pascakonversi menjadi Bank Umum Syariah sejak September 2018.

Baca juga :  Hindari Kelangkaan, Kejari Buleleng Lakukan Pengawasan Oksigen dan Obat

“Nasabah tak perlu khawatir atau curiga ada konspirasi. Manajemen memastikan komitmen penyelenggara bank yang menjunjung tinggi kepercayaan nasabah dan tidak menolerir adanya penyalahgunaan,” tegasnya seraya mengapresiasi masukan masyarakat terhadap Bank NTB Syariah.

Sementara itu, hingga saat ini laporan dugaan fraud yang dilaporkan Bank NTB Syariah masih terus ditangani Polda NTB. Penyidik Ditreskrimsus Polda NTB telah memanggil terlapor kasus bocornya dana Bank NTB Syariah tahun 2012-2020 berinisial PS. PS memenuhi panggilan penyidik, tapi urung diperiksa karena dalam keadaan tidak sehat.

”Saat akan diperiksa dia mengaku tidak sehat, sehingga urung kami periksa,” kata Direktur Reskrimsus Polda NTB, Kombes I Gusti Putu Gede Ekawana. Menurutnya, PS juga menyertakan surat keterangan dari beberapa rumah sakit, termasuk dari rumah sakit jiwa. ”Terlapor lupa semuanya. Saat ditanya siapa nama aslinya, dia tidak tahu,” ungkap Ekawana.

Atas dasar itu, pemeriksaan pun PS ditunda. Dia akan diperiksa setelah dipastikan sehat. Rencananya, penyidik bakal menggunakan dokter independen untuk memeriksa terlapor. Itu untuk mengetahui apakah terlapor benar-benar sehat atau tidak.

Ekawana mengatakan, jika tidak bisa diperiksa, sama saja terlapor menghambat proses penyidikan kasus tersebut. Penyidik juga perlu keterangan dari terlapor untuk melengkapi berkas penyidikan, meski penyidik menemukan unsur tindak pidana dalam kasus tersebut.

Jika PS tidak bisa diperiksa, penyidik bakal tetap melanjutkan kasus tersebut. Sejauh ini sudah ada 18 saksi yang diperiksa. ”Kasus ini tetap menjadi atensi kami,” tegasnya. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.