Bangli Tambah Tiga Kasus Positif Corona, Satu di Antaranya Bocah 8 Tahun

Foto: I WAYAN DIRGAYUSA I Wayan Dirgayusa. Foto: gia
HUMAS Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangli, I WAYAN Dirgayusa. Foto: gia

BANGLI – Alih-alih melandai, penyebaran Covid-19 di Bangli justru mengalami kenaikan belakangan ini. Sesuai catatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli, Senin (6/7/2020) terjadi penambahan tiga kasus warga Bangli dinyatakan positif terjangkit Corona.

”Kini total akumulasi menjadi 175 kasus dengan yang masih dirawat sebanyak 52 orang, dan yang sembuh 123 orang,” ungkap Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa.

Bacaan Lainnya

Dia merinci penambahan tiga kasus positif tersebut masing-masing asal Br. Bangun Lemah, Desa Apuan akibat tranmisi lokal. Yang terjangkit bocah perempuan usia 8 tahun, yang diketahui dari pelacakan kasus positif sebelumnya. “Ini dimulai oleh kasus yang tercatat sebagai kasus nomor 144 di Bangli,” jelas Dirgayusa.

Yang terpapar berikutnya seorang nenek usia 61 tahun warga Br. Susut Kelod, Desa Susut. Dia terkonfirmasi positif setelah pelacakan kasus nomor 148 di Bangli. Sementara untuk kasus ketiga menimpa warga asal Banjar Kayupadi, desa Songan A, Kintamani.

Pria berumur 48 tahun ini terkonfirmasi positif setelah pelacakan kasus sebelumnya yang tercatat sebagai kasus nomor 152. “Ketiganya tertular karena tranmisi lokal. Kini semuanya masih menjalani karantina di Hotel Ramada Bali,” ungkap birokrat asal Desa Demulih, Susut ini.

Terkait tingginya kasus tranmisi lokal, dia menilai masih ada masyarakat tidak mengindahkan atau melakukan upaya pencegahan seperti pemakaian masker, mencuci tangan, distansi fisik dan lainnya.

Untuk itu, Dirgayusa terus mengimbau masyarakat sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus. “Kalau ingin pandemi ini bisa segera berlalu, kita semua harus lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan,” pintanya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses