Bangli Menuju Desa Aman Pangan, BBPOM Latih Kader Desa

  • Whatsapp
BALAI Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) bagi kader keamanan pangan desa. Foto: ist
BALAI Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) bagi kader keamanan pangan desa. Foto: ist

BANGLI – Memastikan pangan yang dikonsumsi bebas dari bahan berbahaya, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) bagi kader keamanan pangan desa, beberapa waktu lalu.

Bimtek dilaksanakan di gedung Diklat RSJ Provinsi Bali di Bangli ini bertujuan membangun desa aman pangan. Para kader ini nanti ikut berperan untuk pengawasan di wilayahnya agar tidak ada penggunaan bahan berbahaya pada pangan. 

Bacaan Lainnya

Kepala BBPOM Denpasar, Ni Gusti Ayu Nengah Suarningsih, mengatakan, bimtek menyasar desa yang berpotensi terdapat penggunaan bahan kimia atau memiliki kasus stunting (tengkes atau kerdil). “Untuk penentuan desa, kami berkoordinasi dengan Dinas PMD Bangli yang mengetahui kondisi wilayahnya,” katanya.

Lebih lanjut disampaikan, masing-masing desa mengirim kadernya yang terdiri dari PKK, karang taruna hingga perangkat desa. Perangkat desa ini masuk dalam tim keamanan desa. Mereka dilatih untuk menjadi kader keamanan pangan, termasuk penggunaan alat test kit untuk memastikan pangan yang dikonsumsi bebas dari bahan berbahaya. 

Suarningsih mencontohkan bahan berbahaya di antaranya rhodamin b atau pewarna tekstil, formalin, borak. “Peserta bimtek membawa sejumlah sampel pangan. Mereka langsung melakukan pengecekan dengan test kit,” ungkapnya.

Baca juga :  PPDB, SMK PGRI 4 Denpasar Beri Diskon Uang Gedung 50 Persen, Bisa Dicicil Tiga Kali

Dengan adanya kader aman pangan, urainya, diharapkan di desa tersebut warganya dapat mengolah makanan dengan benar. Instansinya akan menilai seperti apa penerapan di lapangan, dan akan ditentukan nanti satu desa aman pangan untuk mengikuti lomba tingkat nasional.

Kadiskop dan UMKM Bangli, Ni Luh Ketut Wardani, saat dikonfirmasi pada Jumat (11/6/2021) mengakui bimtek tersebut untuk memastikan pangan yang dikonsumsi bebas dari bahan berbahaya. “Di samping itu, sebagai bentuk edukasi BBPOM untuk membantu usaha kecil dalam pengurusan izin,” tandasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.