Bangli Diamuk Bencana Tanah Longsor

DINDING Penahan Tanah (DPT) jalan raya ruas Kintamani-Karangasem longsor sepanjang kurang lebih 2 meter, yakni senderan jalur Batur-Besakih, tepatnya di Banjar Peselatan, Desa Suter. Foto: ist
DINDING Penahan Tanah (DPT) jalan raya ruas Kintamani-Karangasem longsor sepanjang kurang lebih 2 meter, yakni senderan jalur Batur-Besakih, tepatnya di Banjar Peselatan, Desa Suter. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Hujan deras mulai Minggu (7/9/2025) malam mengakibatkan bencana di sejumlah titik Kabupaten Bangli. Cuaca ekstrem yang memantik bencana diprediksi masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Di Banjar Dinas Klatakat, Desa Suter, Kecamatan Kintamani, tembok rumah yang sedang proses pengerjaan ambruk. Dinding Penahan Tanah (DPT) jalan raya ruas Kintamani-Karangasem longsor sepanjang kurang lebih 2 meter, yakni senderan jalur Batur-Besakih, tepatnya di Banjar Peselatan, Desa Suter.

Bacaan Lainnya

Kepala Pelaksana BPBD- Damkar Bangli, Wayan Wardana, Rabu  (10/9/2025) mengatakan, Bangli masuk kategori daerah rawan bencana alam. Hal tersebut  karena geografisnya berbukit-bukit, sehingga rawan bencana tanah longsor dan pohon tumbang. Berdasarkan data, dia menyebut di Kecamatan Bangli, yakni Desa Bunutin, DPT ruas jalan desa menuju Pura Puseh Guliang Kawan ambrol sepanjang 2 meter, dengan ketinggian 10 meter. Untuk sementara jalan rabat beton menuju ke Pura Puseh dan ke beberapa permukiman warga, oleh pihak desa ditutup agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Tim BPBD-Damkar telah memasang terpal di wilayah terdampak untuk mengurangi jenuh air,” sebutnya.

Di Desa Tamanbali, urainya, sebuah palinggih Bedugul di Pura Tengaling, Banjar Dinas Guliang Kangin hancur akibat ditimpa pohon kamboja. Di Banjar Dinas Sidawa, DPT ruas jalan penghubung Sidawa-Tamanbali yang baru selesai diperbaiki, tergerus sepanjang 1 m, dan mengharuskan pengemudi berhati- hati saat melintas.

Di Desa Selat, Kecamatan Susut, terangnya, air bah menerjang lahan pertanian warga gegara debit air di bantaran sungai yang merupakan bendungan pembagi air, volumenya naik. Di Kecamatan Tembuku, tepatnya di Desa Jehem, jalan dari Banjar Sidembunut, Kecamatan Bangli menuju Desa Jehen terdapat tebing longsor. “Ini mengakibatkan arus lalu lintas agak terganggu, tapi masih bisa dilalui,” jelasnya.

Wardana mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi. Pula waspada bencana yang dapat timbul seperti angin kencang, tanah longsor, banjir, dan sambaran petir. Dia mengajak tetap mengikuti imbauan pemerintah. “BMKG memprediksi situasi ini masih akan berlangsung sampai besok, dan tidak menutup kemungkinan akan berpotensi masih terjadi dalam sepekan ke depan,” tandasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses