GIANYAR – Dulu pasaran batu bata tulikup sangat bagus, tapi pasaran sempat turun karena isu bata tulikup cepat jamuran. Isu tersebut bisa dijawab dan terbukti bata tulikup tidak cepat keropos, asalkan cara pemasangannya benar. Penegasan itu dilontarkan salah satu pemborong asal Desa Tulikup, I Gusti Ngurah Winata, Senin (19/12/2022).
Dia menuturkan, pemasaran bata tulikup naik-turun. Pada saat pandemi Covid-19, perajin bata tulikup mengalami masa sulit. Banyak warga yang beralih menjadi perajin batu bata karena kehilangan pekerjaan.
Berhubung makin banyak perajin, stok jadi berlimpah, sedangkan tidak ada penjualan. “Karena tidak ada penjualan, sehingga barang menumpuk, bahkan ada yang sampai lumutan,”kisahnya.
Selaku tokoh masyarakat Tulikup, dia ikut mempromosikan batu bata tulikup kepada beberapa pemborong. Kebetulan dia pribadi juga pemborong, sehingga agak lebih mudah mempromosikan kepada rekan sesama pemborong.
Dari beberapa upaya yang dilakukan, masyarakat kembali menggunakan bata tulikup untuk membangun, terutama bangunan bergaya Bali. Pemasaran bata tulikup kini mulai meningkat, dan tidak ada lagi stok menumpuk.
“Kami terus mendekati orang yang membangun agar menggunakan bata tulikup. Sekarang ini pesanan sudah banyak,” sambung Ngurah Mambo, sapaan karibnya, dengan nada senang.
Dia mendaku tidak ingin warga Tulikup yang 30 persennya merupakan perajin batu bata jadi kehilangan pekerjaan. “Syukur sekarang pemasaran bata tulikup sudah lancar kembali, beberapa proyek sudah menggunakan bata tulikup,” tandasnya. adi























