Bali Tambah 91 Kasus Positif Covid-19, Bangli dan Jembrana Nihil

  • Whatsapp

DENPASAR – Perkembangan harian pandemi covid-19 di Provinsi Bali, Senin (21/6/2021), masih mencatatkan peningkatan kasus terkonfirmasi positif yang jumlahnya jauh lebih banyak dari pasien sembuh.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali yang diterima posmerdeka.com, Senin (21/6/2021), tambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 91 orang (71 melalui Transmisi Lokal dan 20 PPDN). Sementara pasien sembuh bertambah sebanyak 60 orang. Di hari yang sama, Bali juga menambah kasus meninggal dunia 1 orang yang merupakan warga Kabupaten Tabanan.

Bacaan Lainnya

Kota Denpasar kembali menjadi penyumbang terbanyak tambahan harian kasus positif sebanyak 29 orang. Disusul Badung 25 orang, daerah lain luar Bali 13 orang, Tabanan 8 orang, WNA 8, Gianyar 5 orang, Klungkung, Karangasem dan Buleleng masing-masing 1 orang. Kabar baiknya, dua kabupaten yakni Jembrana dan Bangli nihil tambahan kasus baru.

Dengan demikian secara kumulatif, kasus positif di Bali sampai saat ini berjumlah 48.436 orang (48.252 WNI dan 184 WNA). Dari jumlah itu, sebanyak 46.166 orang (95,31 %) sudah sembuh dengan rincian 46.001 WNI dan 165 WNA.

Sementara kasus meninggal dunia bertambah 1 orang menjadi 1.536 orang (3,18 %) dengan rincian 1.530 WNI dan 6 WNA. Sedangkan kasus aktif (pasien dalam perawatan) kini bertambah 30 orang menjadi 734 orang (1,52 %) dengan rincian 721 WNI dan 13 WNA.

Baca juga :  Bawaslu Bersiap Perselisihan Hasil Diajukan ke MK, Lembaga Pemantau Dapat Ajukan Gugatan

Untuk mempercepat penanganan pandemi, pemerintah telah melakukan upaya vaksinasi kepada masyarakat. Sasaran vaksinasi yang telah terlayani adalah SDM kesehatan, petugas pelayanan publik dan lansia.

Masyarakat yang telah memperoleh vaksin 1 sebanyak 1.908.062 orang dan vaksin 2 sebanyak 706.142 orang. Total vaksin yang terdistribusi sebanyak 3.073.990 dosis dengan sisa stok vaksin sebanyak 459.786 dosis.

Untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, Gubernur Bali telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 07 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, berlaku sejak tanggal 23 Maret 2021 sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Hal lain yang diatur antara lain, kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Pemerintah juga mengantisipasi mobilitas warga pada saat arus balik lebaran. Langkah pengendalian dilakukan salah satunya dengan memperbanyak tes antigen secara acak.

Presiden RI Joko Widodo meminta agar ada penguatan PPKM Mikro pasca lebaran 2021 baik di daerah asal maupun daerah tujuan arus balik pemudik.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu Disiplin melaksanakan 6M yakni memakai masker standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun dan mentaati aturan serta diimbau tidak berkerumun dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.