Bali Tambah 210 Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19

  • Whatsapp

DENPASAR – Perkembangan harian pandemi covid-19 di Bali, Rabu (7/4/2021), masih didominasi penambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 210 orang, atau 58 orang lebih banyak dari pasien sembuh yang berjumlah 152 orang. Kabar baiknya, kasus meninggal dunia turun hanya 2 orang, padahal sehari sebelumnya Selasa (6/4/2021) sebanyak 10 orang.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali yang diterima posmerdeka.com, Rabu (7/4/2021), dua pasien yang tutup usia merupakan warga Kabupaten Klungkung dan Tabanan.

Bacaan Lainnya

Secara kumulaif sampai saat ini, jumlah kasus meninggal akibat covid-19 di Bali menjadi 1.180 orang (2,86%) dengan rincian 1.176 WNI dan 4 WNA). Sementara pasien dalam perawatan (kasus aktif) bertambah 56 orang menjadi 1.661 orang (4,03%) dengan rincian WNI sebanyak 1.646 orang dan 15 WNA.

Sementara tambahan kasus positif sebanyak 210 orang, dimana sebanyak 182 orang melalui Transmisi Lokal dan 28 PPDN yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Bali. Denpasar tetap sebagai penyumbang terbanyak 59 orang, disusul Badung 48 orang dan Gianyar 28 orang (tiga besar)

Dengan demikian, secara kumulatif, sampai saat ini, kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Bali berjumlah 41.206 orang (41.105 WNI dan 101 WNA). Dari jumlah tersebut, sudah sembuh sebanyak 38.365 orang (92,11%) dengan rincian 38.283 WNI dan 82 WNA.

Baca juga :  Lagi! Pemotor Jatuh di Jalan Tol Tersangkut Benang Layangan

Dalam upaya menekan penularan covid-19 di Bali, Gubenur mengeluarkan SE Nomor 07 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

Surat Edaran ini mulai berlaku Selasa (23/3/2021) sampai dengan ada pemberitahuan lebih lanjut. SE ini merupakan upaya preventif pemerintah dalam menanggulangi meluasnya penyebaran virus Covid-19 di masyarakat.

Beberapa hal yang diatur dalam SE tersebut antara lain, kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, yang semula jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 21.00 Wita dilonggarkan dan dapat beroperasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara lebih ketat.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu disiplin melaksanakan 6M yakni memakai masker standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, mentaati aturan serta diimbau tidak berkerumun dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.