Bali Tambah 195 Kasus Positif Covid-19, Pasien Sembuh 64 Orang

  • Whatsapp

DENPASAR – Lonjakan kasus positif dalam beberapa hari ini, masih mewarnai perkembangan harian pandemi covid-19 di Provinsi Bali. Sementara jumlah pasien sembuh, masih jauh di bawahnya bahkan kali ini berselisih 131 orang.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali yang diterima posmerdeka.com, Jumat (25/6/2021), tambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 195 orang (169 orang melalui Transmisi Lokal dan 25 PPDN dan 1 PPLN). Sementara pasien sembuh hanya bertambah 64 orang. Di hari yang sama, Bali juga menambah kasus meninggal dunia 2 orang, masing-masing dari Denpasar dan Jembrana.

Bacaan Lainnya

Kota Denpasar kembali menjadi penyumbang terbanyak tambahan harian kasus positif sebanyak 73 orang. Disusul Badung 66 orang, Jembrana 17 orang (tiga besar). Dengan demikian secara kumulatif, kasus positif di Bali sampai saat ini berjumlah 49.126 orang (48.933 WNI dan 193 WNA). Dari jumlah itu, sebanyak 46.422 orang (94,50 %) sudah sembuh dengan rincian 46.253 WNI dan 169 WNA.

Sementara kasus meninggal dunia kembali bertambah 2 orang menjadi 1.547 orang (3,15 %) dengan rincian 1.541 WNI dan 6 WNA. Sedangkan kasus aktif (pasien dalam perawatan) bertambah 129 orang menjadi 1.157 orang (2,36 %) dengan rincian 1.139 WNI dan 18 WNA, yang tersebar di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Baca juga :  Wacanakan Pasang GeNose, Pemkab Badung Perlu Anggaran Rp6-10 Miliar

Untuk mempercepat penanganan pandemi, pemerintah telah melakukan upaya vaksinasi kepada masyarakat. Sasaran vaksinasi yang telah terlayani adalah SDM kesehatan, petugas pelayanan publik dan lansia.

Masyarakat yang telah memperoleh vaksin 1 sebanyak 2.018.155 orang dan vaksin 2 sebanyak 725.824 orang. Total vaksin yang terdistribusi sebanyak 3.583.980 dosis dengan sisa stok vaksin sebanyak 840.001 dosis.

Untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, Gubernur Bali telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 07 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, berlaku sejak tanggal 23 Maret 2021 sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Hal lain yang diatur antara lain, kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Pemerintah juga mengantisipasi mobilitas warga pada saat arus balik lebaran. Langkah pengendalian dilakukan salah satunya dengan memperbanyak tes antigen secara acak.

Presiden RI Joko Widodo meminta agar ada penguatan PPKM Mikro pasca lebaran 2021 baik di daerah asal maupun daerah tujuan arus balik pemudik.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu Disiplin melaksanakan 6M yakni memakai masker standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun dan mentaati aturan serta diimbau tidak berkerumun dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.