Bali Tambah 158 Pasien Covid-19 Sembuh, Karangasem Terbanyak

DENPASAR – Pasien sembuh yang lebih dominan (lebih banyak) dari tambahan kasus positif baru, kembali terjadi pada perkembangan harian pandemi covid-19 di Provinsi Bali, Jumat (21/5/2021).

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali yang diterima posmerdeka.com, Rabu (19/5/2021), pasien sembuh tercatat sebanyak 158 orang, Dari jumlah itu, Kabupaten Karangasem mencatatkan jumlah terbanyak 61 orang.

Read More

Sedangkan tambahan harian kasus positif berjumlah 100 orang (89 orang melalui Transmisi Lokal, 10 PPDN dan 1 PPLN). Kabar baik di hari yang sama, kasus meninggal dunia turun drastis dimana pada Jumat (21/5/2021) tercatat hanya 1 orang.

Dengan demikian, secara kumulatif kasus positif covid-19 di Bali sampai Jumat (21/5/2021) berjumlah 46.738 orang (46.581 WNI dan 157 WNA). Dari jumlah itu, sebanyak 44.453 orang (95,11%) sudah sembuh dengan rincian 44.308 WNI dan 145 WNA.

Sementara kasus meninggal dunia, kini menjadi 1.468 Orang (3,14%) dengan rincian 1.463 WNI dan 5 WNA. Kemudian, pasien yang masih dalam perawatan (kasus aktif), kini berkurang 59 orang menjadi 817 Orang (1,75%) dengan rincian 810 WNI dan 7 WNA.

Untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, Gubernur Bali telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 07 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, berlaku sejak tanggal 23 Maret 2021 sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Hal lain yang diatur diantaranya; kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Addendum Surat Edaran Kepala Satuan Tugas Nomor 13 Tahun 2021 Larangan Mudik Hari Raya Idul Fitri dan Pengendalian COVID-19 selama Bulan Suci Ramadhan 1442 H masih berlaku pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) H+7 peniadaan mudik (18 Mei – 24 Mei 2021).

Pemerintah mengantisipasi mobilitas warga pada saat arus balik lebaran. Langkah pengendalian dilakukan salah satunya dengan memperbanyak tes antigen secara acak.

Presiden RI Joko Widodo meminta agar ada penguatan PPKM Mikro pasca lebaran 2021 baik di daerah asal maupun daerah tujuan arus balik pemudik.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu disiplin melaksanakan 6M (Memakai Masker Standar dengan benar, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, Mengurangi Bepergian, Meningkatkan Imun, dan Mentaati Aturan serta diimbau untuk tidak berkerumun, dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. yes

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.