Bali Siap Tuan Rumah Program Kunjungan Pemilu, PWI Ajak Perangi Hoaks di Pilkada

  • Whatsapp
RIUNG media di KPU Bali dengan membincang persiapan Pilkada 2020, Jumat (7/8/2020). Foto: gus hendra
RIUNG media di KPU Bali dengan membincang persiapan Pilkada 2020, Jumat (7/8/2020). Foto: gus hendra

DENPASAR – Agenda politik di Bali akan dijadikan etalase bagi dunia luar untuk melihat perkembangan demokrasi di Indonesia. Cara mewujudkan dengan mengkampanyekan pilkada Bali sebagai proyek percontohan program kunjungan pemilu. Hal itu diungkapkan Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, saat riung media di KPU Bali, Jumat (7/8/2020).

Garis besar program itu, sebutnya, yakni KPU RI mengundang 200 komisioner dari puluhan negara untuk datang ke Bali. Mereka akan ditunjukkan bagaimana pilkada di Bali berjalan tanpa intimidasi atau kekerasan. Gagasan ini dikoordinasikan ke Gubernur Bali, I Wayan Koster, untuk selekasnya dibahas. “Kami berharap anggarannya bisa disediakan oleh Gubernur,” sebutnya didampingi komisioner John Darmawan dan AA Raka Nakula.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, dengan kunjungan komisioner dari banyak negara itu, Bali juga mendapat keuntungan secara ekonomi di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini. Dengan begitu pemulihan Bali bisa dilakukan, dan seberapa kualitas pilkada juga bisa disebarluaskan. “Saya harap rekan-rekan media dapat menyebarkan berita ini,” pintanya.

Menyinggung tahapan coklit yang masih berjalan, Lidartawan berkata di daerah Badung dan Denpasar masih ditemukan ada KTP elektronik yang bermasalah. Misalnya ada alamat orang ternyata di daerah yang ini jadi areal perluasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Tuban. Anehnya, saat pileg orangnya hadir memberi suara. Dia heran siapa yang menyimpan KTP itu, padahal datanya mesti diperbarui sesuai kondisi sekarang.

Baca juga :  Ratusan Babi Milik PT ABS Mati

“Kami akan hapus data sampah seperti itu, yang berakibat partisipasi masyarakat menurun. Kita lihat Disdukcapil untuk Pilkada 2023 apa data sampah itu muncul lagi? Kalau muncul lagi, berarti itu salahnya Dicapil, bukan KPU,” sergahnya. 

Menjelang tahapan pendaftaran pasangan calon dan diikuti masa kampanye, Lidartawan bilang kampanye pertama dilakukan 26 September mendatang. Hari itu bertepatan dengan hari suci Kuningan. Menimbang itu, dia ingin kontestan melakukan persembahyangan bersama. “Karena sekarang pendaftaran tidak boleh bawa massa, nanti kami bantu fasilitasi prosesnya dengan live streaming di media sosial,” tegasnya.

Mendambakan pilkada sehat untuk menghasilkan pemimpin berkualitas, Ketua PWI Bali, IGMB Dwikora Putra, berpesan kepada semua media untuk serius memerangi hoaks. “Kita harus berusaha maksimal jangan ada hoaks dalam pilkada ini. Ini tugas kita bersama sebagai jurnalis,” ajaknya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.