Bali Berpotensi Dikunjungi 10 Juta Wisatawan Domestik

  • Whatsapp
KEPALA KPwBI Provinsi Bali, Trisno Nugroho (kedua dari kanan) saat memaparkan kondisi ekonomi dan peluang dibukanya pariwisata domestik saat simakrama Kepariwisataan Bali. Foto: ist
KEPALA KPwBI Provinsi Bali, Trisno Nugroho (kedua dari kanan) saat memaparkan kondisi ekonomi dan peluang dibukanya pariwisata domestik saat simakrama Kepariwisataan Bali. Foto: ist

MANGUPURA – Potensi wisatawan nusantara atau wisatawan demestik di Indonesia cukup tinggi. Terbukti, dalam setiap krisis yang menimpa Bali mulai dari Perang Teluk, Bom Bali sampai wabah SARS, wisatawan nusantara selalu muncul sebagai penyelamat. Kali ini, di masa pandemi Covid-19 kalau dikelola dengan baik, potensi wisatawan nusantara yang berkunjung ke Bali bisa mencapai 10 juta orang.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali, Trisno Nugroho, berharap terlaksanakanya penerapan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Healthy, Saftery dan Environment Friendly) bisa mendongkrak pariwisata Bali melalui kunjungan wisatawan domestik atau wisatawan nusantara  melalui gerakan ‘We Love Bali’.

Bacaan Lainnya

Untuk itu, ia menegaskan posisi Kabupaten Badung menjadi penting untuk mendongkrak kepariwisataan Bali secara menyeluruh. Upaya ini diharapkan dipacu saat Bali kembali menunjukkan peta hijau dalam penanganan pandemi Covid-19. Bahkan, Bali harus bisa mencontoh Cina yang saat ini sudah membuka pariwisata domestiknya, kendati belum membuka untuk kunjungan wisatawan mancanegara secara terbuka.

‘’Wisatawan nusantara menjadi utama sekarang, Cina juga sudah membuka untuk wisdom mereka sendiri. Australia juga sama. Kita harus membangkitkan domestik dulu dan Kemenpar sudah memberikan diskon mulai bulan-bulan depan ini. Potensi Bali paling tidak 10 juta kunjungan wisatawan nusantara. Lumayan itu dan menurut penelitian UNWTO pengeluaran domestik lebih besar selama ini,’’ ungkap Trisno saat menghadiri simakrama Kepariwisataan Dalam Tatanan Kehidupan Bali Era Baru di Panggung Terbuka, Discovery Mall, Kuta, Badung.

Baca juga :  Walikota Rai Mantra Tinjau Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar Gunung Agung

Keyakinan pariwisata Bali mampu dibangun, ia jelaskan melihat pertumbuhan ekonomi Cina sudah ada di kisaran 4,8 persen dan satu-satunya di dunia yang tumbuh positif di kuartal dua dan tiga. Terlebih farmasi di Cina telah menemukan obat serta vaksin untuk Covid-19, sekaligus menjadi jaminan untuk kembali membuka aktivitas berwisata.

‘’Dari preyeksi di triwukan keempat maka kuartal pertama 2021 kita mulai bangkit lagi kendati masih kontraksi,’’ terang Trisno.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, yang turut hadir dalam simakrama secara daring (zoom meeting) menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan ‘We Love Bali’ yang mengajak masyarakat untuk melakukan perjalanan domestik.

Ia juga menyampaikan saat ini di Tiongkok hanya tersisa sekitar 400 kasus yang sebagain besar impoted case dari jumlah keseluruhan penduduk 1,46 miliar. Upaya promosi pariwisata Indonesia juga telah digiatkan. “Kita sudah tanyangkan di media sosial di Tiongkok terkait pembukaan wisatawam domestik di Indonesia. Respon mereka bagus hanya saja penerbangan untuk mancanegara kami masih menunggu,” ungkap Djauhari. 016

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.