MATARAM – Mantan Asisten I Setda NTB yang beberapa hari lalu purna tugas, Baiq Eva Nurcahya Ningsih Parangan, mengaku ditawari sesuatu oleh Gubernur Zulkieflimansyah. Bukan sembarang tawaran, Zulkieflimansyah yang juga Ketua DPP PKS Bidang Pembinaan Kepemimpinan Daerah itu menawari Eva untuk jadi caleg PKS pada Pileg 2024. Eva disiapkan untuk posisi nomor urut satu.
“Saya merasa surprise (kejutan) Pak Gubernur, mantan atasan dan juga petinggi DPP PKS, langsung minta saya maju sebagai bacaleg dari PKS dengan nomor urut satu, entah untuk caleg DPR RI atau caleg DPRD Provinsi,” kisah Eva, Kamis (16/6/2022).
Birokrat senior Pemprov NTB yang pensiun pada 1 Juni 2022 itu menilai tawaran menjadi caleg PKS merupakan sebuah kehormatan. “Terima kasih dan suatu kehormatan bagi saya pribadi. Isbat memang masih jauh, tapi Hilal sudah kelihatan,” sambungnya berfilosofi dengan lambaian salam dua jari.
Selama menjadi bawahan Gubernur Zulkieflimansyah dan Wagub Sitti Rohmi Djalilah, dia mengaku tidak pernah melihat hubungan kedua orang ini renggang dalam kerja pemerintahan. Saya pernah menjadi asisten Zumrih (Zulkieflimansyah – Ummi Rohmi) selama tiga tahun empat bulan. Jadi, sudah sewajarnya selama saya berada dalam sistem birokrasi itu tahu apa yang terjadi selama ini,” tegas Eva.
Saking percaya dirinya bahwa Zul-Rohmi “baik-baik saja”, meminjam bahasa agama, dia mengklaim hanya Tuhan yang bisa memisahkan pasangan ini dalam kerja pemerintahan. “Hanya Tuhan yang sanggup memisahkan duet Zumroh ini,” serunya.
Eva mengajak semua masyarakat NTB untuk bersama-sama berikhtiar melanjutkan kembali duet pasangan ini pada Pilgub NTB 2024 nanti. Kepada jamaah haji NTB yang akan berangkat naik haji tahun ini, dia secara halus mengajak untuk mendoakan siapa calon pemimpin terbaik NTB 2024 nanti.
“Saya mohon titip doa kepada saudara-saudari jamaah haji kita, agar pemimpin kita ini bisa lebih gemilang lagi untuk kesejahteraan dan keademan masyarakat NTB di sisa masa bakti periode pertamanya (September 2023),” imbuhnya.
Terkait istilah “sejahtera” dan “adem” yang dia pakai, apakah karena Zulkieflimansyah memiliki keterkaitan dengan partainya, Eva lantas tersenyum. “Mungkin banyak pemikiran yang sama. Kenapa adem, karena partai Ibu Rohmi kan Nasdem, jadi sepertinya bisa membuat orang bernasib adem,” tuturnya bernada politis. rul























