MATARAM – Upaya pengawasan Pemilu 2024 mendatang gencar dimaksimalkan Bawaslu Kota Mataram, antara lain dengan menggandeng media massa, baik cetak, elektronik hingga online (daring).
Ketua Bawaslu Kota Mataram, Muhammad Yusril, mengatakan, pelibatan media massa sangat penting dalam menjadi tangan Bawaslu mencari informasi. Penyatuan persepsi harus terus dilakukan, karena tidak mungkin tahapan pengawasan dalam Pemilu Serentak 2024 mampu dilaksanakan sendiri oleh Bawaslu.
“Kami butuh dan gandeng stakeholder di dalamnya, salah satunya kalangan jurnalis dari berbagai media. Harapan kami rekan media yang terlibat dalam kesempatan ini berperan aktif,” ajak Yusril dalam sambutannya saat membuka acara penguatan literasi pengawasan tahapan Pemilu 2024 melalui media massa di Mataram, Rabu (5/10/2022).
Menurut dia, dengan adanya 11 tahapan dalam Pemilu 2024, tentu kolaborasi yang baik dengan seluruh stakeholder harus menjadi acuan dalam menyongsong pemilu yang berintegritas.
Karena itu dia ingin masukan apa saja yang media temukan, dengarkan, dan ketahui pada saat melakukan peliputan. Bawaslu juga disebut butuh kritikan konstruktif, karena pemilu sangatlah komplek. Terlebih ada irisan yang juga terjadi dalam tahapan Pilkada.
Didampingi komisioner Bawaslu, Dewi Asmarwadhani; dan Sekretaris Bawaslu Kota Mataram, Lalu Ridwan, dia mengaku akan lebih banyak mengedepankan aspek pencegahan dalam memetakan potensi pelanggaran pemilu. Di antaranya isu SARA, kampanye hitam hingga polarisasi masif seperti terjadi pada saat Pilpres 2019 lalu.
“Kami gandeng kawan-kawan media selaku stakeholder, adalah lebih pada upaya memberi informasi yang dapat mencerahkan masyarakat. Harapannya, praktik kerawanan Pemilu dan Pilpres sebelumnya dapat mulai berkurang signifikan,” harapnya.
Terkait langkah pengawasan yang dilakukan jajarannya, Yusril mengaku tengah mengawal proses administrasi perbaikan parpol peserta Pemilu 2024. Termasuk daftar pemilih berkelanjutan atau DP-4 yang akan diterbitkan KPU RI.
Untuk itu, dari sisi daftar pemilih, KPU harus lebih banyak menggandeng Dukcapil untuk pendataan pemilih, khususnya kalangan TNI/Polri yang baru masuk hingga yang akan purnatugas. Selanjutnya, di Dinas Tenaga Kerja terkait jumlah warga Kota Mataram yang berangkat bekerja ke luar negeri.
Berikutnya, dengan Baznas dari sisi warga yang sudah meninggal dunia. Singkat kata, dia memastikan di semua proses dan tahapan Pemilu 2024, Bawaslu Mataram hadir memberi masukan kepada KPU untuk. “Terutama pada keakuratan data pemilih,” tandas Muhamad Yusril. rul























