Askot PSSI Denpasar Segera Evaluasi Kegagalan Perseden Lolos 8 Besar Liga Nusantara

ANAK Agung Putu Sudirka Yoga Semadi (kanan), Anak Agung Made Alit Wiartha (kiri) mendampingi Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara (tengah) saat mendukung langsung tim Perseden melawan Persiba Bantul. foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Askot PSSI Denpasar segera merapatkan barisan, salah satunya membahas kegagalan tim Perseden Denpasar merealisasikan target lolos babak 8 besar (perempatfinal) dalam Liga Nasional 2025-2026.

”Kami rencanakan rapat awal Februari bulan depan. Selain evaluasi terkait hasil Perseden di Liga Nusantara, juga LPJ dan membahas program kerja ke depan khususnya menghadapi agenda 2026,” ungkap Ketua Umum Askot PSSI Denpasar, Anak Agung Putu Sudirka Yoga Semadi.

Bacaan Lainnya

Menurut pria yang akrab disapa Gung Civic ini, sebenarnya kiprah Perseden di Liga Nusantara sangat menjanjikan. Di putaran pertama finish sebagai runner up, bahkan di putaran kedua Laskar Catur Muka memimpin klasemen Grup D dengan nilai 21, terpaut 4 poin dari Persekabpas Pasuruan di urutan kedua dengan nilai 17.

Namun di putaran ketiga, penampilan Perseden mulai sangat menurun. Menurutnya, banyak faktor yang mempengaruhi, dimana salah satunya adalah lamanya kompetisi Liga Nusantara ini, apalagi digelar di satu tempat (Surabaya). Bayangkan, kompetisi ini menghabiskan waktu hampir dua bulan sejak Desember 2025. Padahal di grup D hanya diikuti 6 tim.

”Sesuai regulasi harus dilalui tiga putaran (15 kali pertandingan), sehingga pemain juga harus melewatkan malam pergantian tahun di Surabaya. Para pemain sepertinya sudah jenuh, sehingga kehilangan fokus, terutama dalam 5 pertandingan terakhir di putaran ketiga,” ungkap Gung Civic.

Pada bagian lain, Exco Askot PSSI Denpasar, Anak Agung Made Alit Wiartha menambahkan, evaluasi menyeluruh wajib dilakukan. ”Hal ini dilakukan untuk perbaikan Perseden ke depannya, terutama menghadapi Liga Nusantara edisi berikutnya,” ujar Gung Guntur, sapaak akrabnya.

Pihaknya menambahkan, sesuai arahan Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, para pemain yang ada sekarang, perlu dievaluasi. Menurut dia, para pemain seharusnya tidak mengeluhkan soal lamanya kompetisi, karena manajemen tim sudah memenuhi kewajibannya.

”Seperti gaji pemain yang tidak pernah lambat, bahkan ada tambahan bonus dari sejumlah donatur, selain bonus tim secara reguler, kurang apa lagi…,” keluh Gung Guntur, seraya menambahkan ”bukan hanya pemain, tim pelatih pun juga akan dievaluasi.” yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses