DENPASAR – Bentuk kerjasama dan komunikasi yang baik dan kompak antara anak usia dini dan orang tua akan menjadi indikator baik bagi tumbuh kembang anak. Untuk itu, Pemkot Denpasar melalui Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, Bidang Pembinaan Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non-Formal (PNF) Kota Denpasar menggelar lomba kreativitas untuk anak PAUD dan orang tua, Rabu (25/5/2022).
Lomba ini diikuti 240 peserta yang merupakan perwakilan siswa PAUD se-Kota Denpasar dan orang tuanya. Bertempat di area utara Taman Lumintang, terdapat tiga macam kegiatan yang dilombakan, yakni Lomba Peragaan Busana ke Pura, Lomba Simulasi Berlian, dan Lomba Menyajikan Makanan Perayaan Tumpek Wariga.
Bunda PAUD Kota Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan lomba ini juga merupakan program kerja PAUD Kota Denpasar. Lomba ini dikemas dengan kearifan lokal. “Pelibatan orang tua dalam mengasah kreativitas anak diharapkan akan mampu membentuk karakter anak yang baik,” ujarnya.
Sagung Antari mengharapkan melalui kegiatan lomba seperti ini, nilai-nilai seperti keimanan dan ketakwaan dapat lebih bisa diterapkan dalam pengasuhan anak. Selain itu, nilai yang bisa dikembangkan adalah gotong royong, berkebinekaan global, mandiri, dan kreatif. “Elemen elemen itu dalam usaha mewujudkan profil pelajar Pancasila. Hal ini selaras dengan program pemerintah yang tertuang dalam kebijakan Merdeka Belajar,” jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Kota Denpasar untuk berperan aktif dalam rangka mewujudkan PAUD berkualitas. “Tujuannya adalah juga untuk membentuk anak yang berkualitas dengan tumbuh kembang sesuai dengan perkembangan usianya. Serta memiliki kesiapan optimal memasuki pendidikan dasar,” katanya.
Sementara itu, Kabid Pembinaan Paud dan PNF Disdikpora Kota Denpasar, Ni Made Sugiantini, selaku panitia menjelaskan tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman orang tua terkait pola asuh anak usia dini. “Pemahaman sangat diperlukan dalam upaya menyelaraskan antara pendidikan di sekolah dan di rumah, sehingga orang tua memerlukan keterampilan untuk menjalankannya,” katanya.
Sugiantini juga mengatakan, hal yang mendasari pelaksanaan kegiatan ini adalah juga untuk mengedukasi para orang tua dan anak tentang makna perayaan Tumpek Wariga. “Tentu ada filosofi Tumpek Wariga yang bisa diajarkan kepada anak oleh guru di sekolah dan orang tua di rumah tentang perayaan ini. Sehingga dengan kegiatan ini kami berharap anak anak menjadi lebih paham makna Tumpek Wariga seperti apa,” jelasnya. rap






















