BANGLI – I Nyoman Nyelem (80) asal Penglumbaran Kawan, Kecamatan Susut, Bangli kehilangan nyawa setelah jatuh dari pohon enau di tegalan miliknya, Sabtu (5/12/2020). Korban selama ini memang bekerja sebagai penyadap nira alias tuak.
Kasubaghumas Polres Bangli, AKP Sulhadi, Minggu (6/12/2020) membenarkan adanya musibah tersebut. Dia berkata petugas Polsek Susut dan Polres Bangli langsung ke lokasi untuk melakukan olah TKP begitu mendapat laporan tersebut. Korban kali pertama ditemukan Ni Nyoman Suri (60), yang hendak membuang abu dapur ke tegalan. Suri mendapati korban tergeletak di bawah pohon enau dengan mengeluarkan darah dari telinga kanan dan di kedua lubang hidung.
“Saksi memanggil menantu dan cucunya. Keluarga juga banyak datang ke TKP untuk memberi pertolongan,” ujar Sulhadi. Korban sempat hendak dilarikan ke rumah sakit. Namun, dalam perjalanan dari tegalan menuju rumah, korban meninggal dunia. Jenazahnya dibawa ke rumah duka, dan insiden ini dilaporkan ke polisi untuk penanganan lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh tim medis, korban diketahui mengalami luka di pelipis, retak tulang pipi dan mengeluarkan darah dari mulut dan telinga. “Pihak keluarga menerima kematian korban sebagai sebuah musibah,” pungkasnya. gia
























