Ali Khairi Safari Politik ke Lotim, Konsep Industrialisasi Gubernur NTB Dinilai Kurang Tepat

  • Whatsapp
CALON kepala daerah yang diusung Partai Gerindra di Pilkada NTB 2024, Ali Al Khairi (kiri), saat blusukan ke kampung miskin di Kabupaten Lombok Timur, Kamis (30/9/2021). Foto: rul

MATARAM – Calon kepala daerah yang diusung Partai Gerindra di Pilkada NTB 2024, Ali Al Khairi, mulai bersafari ke sejumlah titik di Pulau Lombok. Salah satu lokasi yang didatangi Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB itu yakni Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Kamis (30/9/2021). Di wilayah terpadat penduduknya di NTB itu, Ali bertemu sejumlah tokoh agama, dan menyapa masyarakat di pelosok perkampungan.

Lama aktif di gerakan masyarakat sipil, Ali menyoroti kondisi petani dan nelayan yang ambruk dihajar pandemi Covid-19. Petani dihadapkan persoalan kelangkaan pupuk dan sarana pertanian yang makin mahal, sedangkan harga jual produk pertanian rendah, serta nilai tukar petani (NTP) terus menurun.“Hal yang sama pun terjadi pada nelayan. Rata-rata mereka tak melaut, karena sudah dapat ikan yang beli tidak ada,” tegas Ali usai safari politik.

Bacaan Lainnya

Ali berkata ada yang kurang tepat soal konsep industrialisasi yang disampaikan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, seperti sepeda listrik, pabrik kelor, pabrik pakan ternak dan banyak lagi. Bagi masyarakat, kata dia, industrialisasi yang dilakukan kurang menyentuh mereka.

Dia menilai sepatutnya menggalakkan yang sederhana dengan teknologi tepat guna.“Misalnya buat pengolahan jagung menjadi emping, atau pengolahan kerupuk kulit ataupun rumput laut. Artinya, memberi sesuatu yang dekat dengan keseharian masyarakat kita,” jelasnya.

Baca juga :  Komunikasi Efektif Bawaslu-KPU Cegah Potensi Konflik

Dua periode kepemimpinan TGB HM Zainul Majdi menjadi Gubernur NTB, menurut Ali, menghadirkan begitu banyak perubahan bagi Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok. Keberlanjutan itu semestinya tinggal dijalankan. Ada program sapi, jagung, dan rumput laut (Pijar), program pariwisata halal, pengentasan buta aksara, pembukaan lapangan pekerjaan baru, dan banyak lagi. “Bukankah kita selalu diajarkan, melanjutkan tradisi yang baik, dan mengambil hal baru yang lebih baik?” cetusnya retoris.

Sebagai politisi, Ali Khairi memiliki rekam jejak panjang di NTB. Dia pernah menjabat Direktur Walhi 2009-2013, Wakil Ketua DPD HKTI NTB 2013-2018, Sekretaris Asosiasi Rekanan Pengusaha Barang dan Jasa (Aedin) NTB 2013-2018, Koordinator Jaringan Pemuda Merdeka NTB (JPM) 2006-2009, Koordinator Koalisi Massa Rakyat untuk Demokrasi (Kamrad) NTB,

Deputi Ikatan Alumni Unram 2016-sekarang, Pembina Asosiasi Pelanggan PDAM (Assopam), Divisi Organisasi Serikat Petani NTB, pengurus Dewan Santri NTB, Ketua MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center), Direktur LP3JL (Lembaga Para Pihak Pengelola Jasa Lingkungan), dan Direktur di Pusat Pendidikan Sang Surya NTB. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.