Tepati Janji Politik, Sanjaya Pantau Rekonstruksi Jalan Perean-Penyucuk

  • Whatsapp
BUPATI Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menepati janji politiknya saat kampanye Pilkada 2020 lalu dengan memantau rekonstruksi ruas jalan Perean-Penyucuk, di Desa Perean Kauh, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Kamis (30/9/2021). Foto: ist

TABANAN – Menepati janji politik yang digaungkan sebelumnya, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, memantau rekonstruksi ruas jalan Perean-Penyucuk, di Desa Perean Kauh, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Kamis (30/9/2021). Dia didampingi Sekda I Gede Susila, Kadis PUPRPKP Tabanan, Camat Baturiti, dan Perbekel Perean Kauh.

Proyek rekonstruksi ruas jalan sepanjang 754 meter yang tembus sampai ke Desa Tua, Marga tersebut, direncanakan selesai dalam tenggat 150 hari. Pendanaan perbaikan jalan ini didapat dari APBD (BKK Provinsi Bali) senilai Rp933,434 juta.

Bacaan Lainnya

Menurut Sanjaya, kunjungan ini sebagai salah satu bentuk komitmen yang dikampanyekan pada waktu Pilkada 2020 lalu. “Saya berkomitmen bahwa saya akan memperbaiki infrastruktur yang ada di seluruh Kabupaten Tabanan. Jadi, janji ini pelan-pelan tapi pasti akan saya realisasikan,” ungkapnya.

Perbaikan infrastruktur jalan, kata dia, sebagai bagian dari ekonomi kerakyatan, terutama masyarakat di Desa Perean, yang mayoritas bekerja di sektor pertanian. Dia berharap perbaikan itu bisa menambah semangat masyarakat untuk menjual hasil produksi pertanian ke luar Tabanan.

Dalam kunjungannya itu, Sanjaya juga membagikan bantuan sembako kepada para pekerja proyek yang sedang bertugas di lokasi. Pembagian dilanjutkan langsung ke rumah warga yang kurang mampu, dan yang secara simbolis di kantor Perbekel Perean Kauh. Di samping itu, Sanjaya berpesan kepada masyarakat untuk merawat hasil perbaikan jalan ini, dengan bergotong royong dan menerapkan budaya tedun.

Baca juga :  BPSPL Dalami Penyebab Kematian Dua Bangkai Paus Sperma Terdampar di Selat Bali

“Saya minta untuk perbekel, bendesa, camat, dan warga, supaya jalan yang sangat bagus ini bisa dirawat dengan baik. Buatlah awig-awig atau pararem bagaimana budaya tedun ini diterapkan. Bisa di depan pekarangan saja, supaya got tidak mampet dan air mudah meluap,” ajaknya.

Menurutnya, perawatan hotmiks memang butuh kerjasama yang baik dari masyarakat. Sebab, jika terlalu sering terkena air, maka jalanan akan cepat rusak dan bolong.
Selaras dengan program unggulan, implementasi rekonstruksi jalan, serta kunjungan langsung itu, mendapat apresiasi dari Dinas PUPRPKP Tabanan, bendesa adat, serta OPD terkait dan masyarakat di desa setempat. Masyarakat pun merasa dukungan yang diberikan itu sangat berarti.

“Sesuai arahan Bupati, kami secara berkesinambungan melakukan perbaikan jalan yang ada di Kabupaten Tabanan. Kami berterima kasih atas perhatian dan arahan yang intens ini, sehingga kami berkewajiban untuk segera membantu menyukseskan visi dan misi Tabanan,” ujar Kadis PUPRPKP Tabanan, Made Yudiana. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.