MATARAM – Tagar #FihirForDPDRI2024 mulai ramai bermunculan di jejaring media sosial (medsos), terutama oleh pengguna di wilayah NTB. Banyak yang menilai hal ini hanya buat lucu-lucuan, tapi ada juga yang menanggapi positif. Kemunculan nama Direktur Lombok Global Institute ini untuk didorong maju menjadi calon DPD RI 2024, dinilai sebagai kritik satire untuk kinerja wakil rakyat yang kini menjabat. Pun untuk beberapa pihak yang dinilai menunjukan ambisi politiknya di NTB.
Kelompok aktivis kepemudaan di NTB menyambut baik dan mendukung Tagar #FihirForDPDRI itu. Mereka mengaku akan melakukan gerakan masif dengan tema “Bela Bantel Batur Mesaq”, idiom Sasak yang berarti membela kawan sendiri sekuat tenaga.
“Kami rasa tagar Fihir itu muncul karena ada keresahan dan kegundahan selama ini, atas kurangnya peran aktif DPD RI Dapil NTB bagi daerah. Ini sebenarnya satire ya, sindiran yang halus,” ulas Sekretaris KNPI NTB, Lalu Athari Fathullah, Jumat (21/1/2022).
Dia pribadi awalnya menganggap postingan di medsos itu sebatas candaan dan lelucon semata. Namun, belakangan, tagar tersebut makin masif di jejaring medsos dan menuai beragam tanggapan netizen atau warganet. Hal ini, lanjut Athar, membuat kelompok aktivis kepemudaan di NTB mendiskusikan keresahan itu dan mulai memberi dukungan untuk Fihiruddin.
Direktur Nusa Tenggara Development Institute (NDI), Abdul Majid, menambahkan, sosok Fihiruddin mewakili kaum milenial. Dia juga dikenal sebagai aktivis dan pegiat sosial kemasyarakatan yang diklaim teruji. Menurut Majid, munculnya tagar itu tentu bukan hal kebetulan. Selain sebagai kritik untuk wakil rakyat saat ini, fenomena ini juga untuk membendung pihak tertentu yang menjalankan ambisi politiknya di NTB.
“Tagar ini menunjukan kelompok muda dan aktivis tidak mau Demokrasi NTB hanya dimanfaatkan orang luar, yang hanya mengambil keuntungan (suara) saja,” tegasnya.
Majid mengungkapkan, saat ini NDI juga tengah mendorong gerakan Bela Bantel Batur Mesaq, yang tujuannya untuk memprioritaskan SDM lokal NTB untuk maju di dunia politik. Pemilu 2024 sudah dekat, dan baginya masyarakat NTB harus disadarkan untuk mengusung dan mendukung tokoh-tokoh asli NTB menjadi perwakilannya di Senayan. Baik itu di DPR RI maupun DPD RI. Dan, tagar Fihir itu bisa menjadi pemicu kesadaran kolektif.
Menurut Majid, kualitas SDM NTB tidak kalah dengan SDM dari luar. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya putra putri NTB diterima dan bersaing di luar NTB. Majid menekankan, aktivis dan para politisi di NTB agar ikut menyuarakan gerakan yang diusung. “Aktivis dan politisi asli NTB supaya menyambut gerakan ini, melakukan penyadaran kepada masyarakat sejak dini,” pesannya menandaskan. rul






















