POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karangasem menggelar Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (Forkom P4GN) Tahap II di Mal Pelayanan Publik (MPP) Karangasem, Jalan Gajah Mada Amlapura, Senin (25/8/2025). Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Kepala BNNK Karangasem Alvin Andrew Dias; Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa I Made Budiasa, dan Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya Agama di Badan Kesbangpol Karangasem, I Nyoman Adil.
Tujuan rapat koordinasi ini untuk memperkuat komitmen bersama antarpemangku kepentingan, untuk menekan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Karangasem. Pembahasan difokuskan pada monitoring dan evaluasi hasil rencana aksi Forkom P4GN Tahap I, identifikasi hambatan di lapangan, serta penentuan langkah lanjutan yang perlu dilakukan.
Alvin Andrew Dias dalam paparannya menyebutkan, Indonesia tengah berada dalam status darurat narkoba. Menurutnya, dampak narkoba tidak hanya merusak fisik dan kesehatan, juga berpotensi besar mengganggu daya saing bangsa. “Sinergi antar instansi menjadi kunci guna meningkatkan efektivitas penanganan kejahatan narkoba secara terpadu. Forkom P4GN ini wadah untuk memperkuat koordinasi sekaligus mencari solusi dari hambatan yang ada,” ujarnya.
Rencana aksi yang telah ditetapkan pada Forkom P4GN tahap I antara lain mendorong edukasi masif melalui sosialisasi, kampanye, tes urine, pemberdayaan masyarakat antinarkoba, serta mendorong penggunaan dana desa untuk mendukung program P4GN.
Kepala Kementerian Agama Karangasem, I Wayan Serinada, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dengan BNNK Karangasem. Dia menekankan pentingnya peran penyuluh agama dalam memberi edukasi terkait bahaya narkoba. Selain itu, pada Agustus 2025, Kemenag Karangasem bersama BNNK Karangasem juga menandatangani perjanjian kerja sama dalam program Rumah Bina Nikah, yang diintegrasikan dengan penyuluhan antinarkoba kepada calon pengantin lintas agama.
Kanit 2 Satresnarkoba Polres Karangasem, I Gede Eka Sumardiana, mengungkapkan adanya peningkatan kasus narkotika di Karangasem. Jika pada 2024 tercatat 25 kasus, pada semester I tahun 2025 sudah ada 32 kasus. Jumlah tersangka asal Karangasem juga meningkat. “Sosialisasi sudah berjalan, penegakan hukum juga dilakukan, namun kasus tetap naik. Maka fungsi rehabilitasi di Klinik BNNK maupun IPWL perlu dioptimalkan,” tegasnya.
Camat Abang, Putu Agusteja Pramascita, menambahkan, hasil survei Indeks Kawasan Rawan Narkotika (IKRN) menetapkan empat desa di Kecamatan Abang sebagai daerah waspada. Atas dasar itu, sejumlah program P4GN dipusatkan di wilayah Abang, seperti pembentukan Desa Tangguh Bersinar di Desa Purwakerti, program Remaja Teman Sebaya, ketahanan keluarga, hingga relawan antinarkotika.
Melalui rapat ini, BNNK Karangasem bersama seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmen untuk memperkuat strategi pencegahan, sekaligus menekan angka penyalahgunaan narkoba di wilayah Karangasem. nad slot gacor hari ini kampung bet
























