28 Desa Adat di Denpasar Miliki Pararem Antinarkoba, Segera Luncurkan Catin Bersinar dan Sekolah Bersinar

  • Whatsapp
KEPALA BNN Kota Denpasar, Sang Gede Sukawiyasa. Foto: tra
KEPALA BNN Kota Denpasar, Sang Gede Sukawiyasa. Foto: tra

DENPASAR – Hingga saat ini sebanyak 28 desa adat dari 35 desa adat di Kota Denpasar telah memiliki perarem antinarkoba. Dengan adanya pararem ini diharapkan mampu mengikat masyarakat, khususnya desa tidak terjerumus terhadap obat-obatan terlarang.

‘’BNN Kota Denpasar terus mencari jalan keluar untuk menekan besarnya angka masyarakat yang terjerumus narkoba, salah satunya adalah dengan menggandeng pihak desa adat untuk membuat pararem antinarkoba. Dalam pararem antinarkoba itu, ada sanksi adat bagi pengguna narkoba di desa pakraman. Ini sangat efektif dalam upaya pencegahan,’’ lugas Kepala BNN Kota Denpasar, Sang Gede Sukawiyasa, SIP., MM., saat press rilis akhir tahun BNN Kota Denpasar 2020, Selasa (8/12/2020).

Bacaan Lainnya

Dampak dari adanya pararem antinarkoba ini, sebut Sukawiyasa, dapat dilihat dari menurunnya kasus penyalahgunaan narkoba di Bali. Dari hasil penelitian LIPI, UI dan BNN RI dari 61 ribu pengguna narkoba di Bali pada 2015, turun menjadi 15 ribu pengguna pada 2020. Ini ia sebut, lebih baik mencegah daripada memberantas. ‘’Ini adalah keberhasilan dari BNN dalam upaya pencegahan, termasuk adanya pararem dan lahirnya banyak relawan antinarkoba, Desa Bersinar dan lainnya yang sangat komit menyatakan perang terhadap penyalahgunaan narkoba,’’ ujarnya.

Baca juga :  Pilkada Ladang Latihan Kader Parpol, Kampanye Kolom Kosong Belum Diatur

Di samping itu, BNN Kota Denpasar akan terus mengembangkan Desa Bersinar (Bersih dari narkotika). Saat ini, Desa Pemecutan Kelod menjadi salah satu desa binaan dalam program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM). Sukawiyasa berkata, IBM merupakan salah satu program rehabilitasi penguna dan korban penyalahgunaan narkoba dimana dalam pelaksanaannya melibatkan peran aktif anggota masyarakat sebagai agen pemulihan yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan mengenai rehabilitasi dari BNN Kota Denpasar.

Bahkan BNN Kota Denpasar akan segera meluncurkan program Calon Pengantin (Catin) Bersinar dan Sekolah Bersinar. Catin Bersinar merupakan program yang berkolaborasi dengan desa adat, menyentuh langsung warga pranikah dengan calon pengantin.

Catin akan dilakukan tes urine sebelum melangsungkan pernikahan sesuai yang telah tertuang dalam pararem desa adat. Untuk tesnya dilakukan langsung oleh pihak BNN Kota Denpasar. Dengan cara ini, diharapkan dapat mengantisipasi warga dari narkoba.

‘’Tahun 2021 nanti BNN Kota Denpasar akan kembali menyapa masyarakat Kota Denpasar melalui pelayanan publik di Mall Pelayanan Publik Sewaka Dharma yang selama ini vacuum karena wabah Covid-19. Dan, harapan pula dapat membuka Klinik Pratama Rehabilitasi Narkoba sehingga pelaksanaan P4GN di Kota Denpasar menjadi lebih paripurna guna mewjudkan Denpasar Bersinar,’’ sebutnya.

Terkait Inpres No.2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Nasional tahun 2020 s.d 2024 di Kota Denpasar, menurut Sukawiyasa, sudah terlaksana dengan baik. Terdapat 93 instansi di jajaran Pemkot Denpasar telah berperan aktf dalam pelaksanaan P4GN melalui rencana aksi pencegahan, tes urine, penyusunan regulasi, dan pembentukan satgas antinarkoba.

Baca juga :  Pemkab Buleleng Tambah Rp3 Miliar untuk Penanganan Bencana Alam

Dalam bidang pemberantasan, selama 2020 ini BNN Kota Denpasar merampungkan 4 kasus tindak pidana narkoba. Rinciannya, pada 26 Januari 2020 menangkap penyalahguna narkoba inisial TY dengan barang bukti 0,72 gram sabu. Pada 28 Januari 2020 menangkap penyalahguna narkoba inisial KA dengan barang bukti 3.61 gram sabu, pada 14 Juli 2020 menangkap pengguna narkoba insial MA dengan barang bukti 0,52 gram sabu, dan pada 14 Oktober 2020 menangkap pengguna narkoba inisial DT dengan barang bukti 4,11 ganja sintetis.

‘’Pada tahun 2020 ini, walau terkendala wabah Covid-19, BNN Kota Denpasar tetap bekerja secara maksimal dalam pelaksanaan P4GN dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan,’’ pungkasnya. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.