MATARAM – Hujan disertai angin kencang yang terjadi di sebagian besar wilayah Pulau Lombok sejak Kamis malam (23/12/2022) hingga Jumat Malam (24/12/2022), mengakibatkan banyak pohon tumbang yang menimpa tiang listrik PLN.
Terpantau, petugas PLN terus berjibaku melakukan perbaikan pada jaringan terdampak cuaca ekstrem pada Sabtu (24/12/2022). Hal itu menyusul, sebanyak 22 tiang jaringan tegangan menengah miring dan roboh, serta 666 gardu distribusi yang menyuplai listrik untuk 185.498 pelanggan mengalami kerusakan.
Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Mataram, Wiedhyarno Arief, mengatakan, bahwa daerah yang terdampak padam akibat cuaca ini cukup luas. Di Kota Mataram, tejadi di Pagutan, dan Monjok. Sementara, di wilayah Kabupaten Lombok Barat (Lobar), yakni Kecamatan Gunungsari, Parampuan, dan Gerung.
Selanjutnya, di Kabupaten Lombok Tengah, yakni di Selong Belanak, Montong Gamang, Aik Bukak, dan Pododol. ‘’Mohon maaf bagi pelanggan yang terdampak padam. Lokasi terdampak cuaca sangat luas. Seluruh tim saat ini sedang berada di lapangan untuk melakukan perbaikan,’’ kata Wiedhy kepada wartawan, Sabtu (24/12/2022) sore.
Wiedhy menjelaskan, sebanyak 231 personel gabungan diterjunkan untuk mempercepat proses penormalan. Untuk mempercepat penormalan, suplai listrik juga dialihkan dari jalur yang lain atau di manuver.
“Kondisi di lapangan yang masih hujan angin, menjadi salah satu kendala dalam proses perbaikan. Namun, kami akan berusaha semaksimal mungkin. Apabila diperlukan, kami akan kerahkan lebih banyak lagi supaya perbaikan bisa segera teratasi,” jelasnya.
Wiedhy mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap berhati-hati dan waspada. Utamanya, apabila melintas di daerah yang rawan longsor, terlebih pada saat kondisi cuaca hujan angin.
“Mohon kerja sama dari masyarakat, apabila menemukan kondisi jaringan yang sekiranya berpotensi bahaya, untuk dapat segera melaporkan melalui aplikasi PLN Mobile untuk dapat segera kami tindaklanjuti,” tandas Wiedhy. rul























