13 Peserta Seleksi KPU-Bawaslu Terindikasi Berafiliasi ke Parpol

  • Whatsapp
PENELITI Network for Indonesian Democratic Society (Netfid) Muh. Afit Khomsani saat menyampaikan temuannya dalam diskusi publik “Penyampaian Hasil Profiling Calon Anggota KPU dan Bawaslu” secara virtual, Jumat (3/12/2021). Foto: ist
PENELITI Network for Indonesian Democratic Society (Netfid) Muh. Afit Khomsani saat menyampaikan temuannya dalam diskusi publik “Penyampaian Hasil Profiling Calon Anggota KPU dan Bawaslu” secara virtual, Jumat (3/12/2021). Foto: ist

MATARAM – Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pemilu (KMSKP) 2024 menemukan indikasi 13 dari 630 peserta seleksi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) periode 2022-2027, terafiliasi dengan partai politik (parpol).

“Dari 352 pendaftar calon anggota KPU, kami menemukan ada peserta yang terindikasi sebagai eks caleg ataupun terafiliasi parpol,” kata Peneliti Network for Indonesian Democratic Society (Netfid), Muh. Afit Khomsani, dalam diskusi publik “Penyampaian Hasil Profiling Calon Anggota KPU dan Bawaslu” secara virtual yang diunggah di grup WhatsApp jurnalis parlemen NTB, Jumat (3/12/2021).

Bacaan Lainnya

13 peserta yang diduga “bermasalah” itu terdiri dari 11 orang mendaftar di KPU, dan dua orang mendaftar ke Bawaslu. Rinciannya, lima orang pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI, tiga orang pernah jadi caleg DPRD, tiga orang pernah mencalonkan ke DPD RI, satu orang pernah maju pemilihan kepala daerah, dan satu orang lainnya pernah menjadi anggota partai politik.

Netfid merekomendasikan kepada tim seleksi agar lebih teliti dalam proses seleksi terhadap mereka yang terindikasi pernah jadi caleg atau berafiliasi ke parpol tersebut. Peserta yang punya afiliasi dengan parpol, jelasnya, sangat rentan menimbulkan konflik kepentingan dalam proses seleksi di DPR, maupun saat menjadi penyelenggara pemilu. “Anggota KPU-Bawaslu yang terafiliasi partai akan mengakibatkan menurunnya integritas penyelenggara pemilu,” serunya.

Baca juga :  Pilkada Ditunda, Jumlah Pemilih Diprediksi Bertambah

Sejauh ini proses seleksi calon anggota KPU dan Bawaslu sampai tahap tes seleksi tulis, penulisan makalah, dan psikologi dasar. Rangkaian tes itu digelar pada 24-25 November lalu di Jakarta International Expo. Tim Seleksi mengumumkan hasil seleksi tahap II itu pada Jumat (3/12). Dari 630 peserta, 92 persen gugur dan tidak bisa melanjutkan ke tahapan selanjutnya. Timsel hanya mengumumkan nama-nama yang lolos tanpa disertai hasil penilaian. 

“Setelah tes tertulis dan penulisan makalah, akan diumumkan tanggal 3 Desember 2021 sejumlah 48 nama, yakni 28 bakal calon KPU dan 20 bakal calon Bawaslu,” jelas Ketua Timsel KPU dan Bawaslu, Juri Ardiantoro, dalam keterangannya yang diunggah di Facebook KPU NTB.

Setelah diumumkan nama-nama bakal calon KPU dan Bawaslu, langkah selanjutnya akan dilakukan tes psikologi untuk mengukur integritas serta berbagai potensi dan kemampuan calon. Selanjutnya dilakukan tes kesehatan lengkap dan wawancara. Juri mendaku, selama proses seleksi, partisipasi publik untuk menilai kompetensi dan kredibilitas bakal calon KPU dan Bawaslu dibuka sejak awal. Publik juga bisa memberi masukan kepada tim seleksi.

Nanti dari 48 nama tersebut, akan dipilih 24 nama kandidat KPU dan Bawaslu. Kemudian 24 kandidat ini dilaporkan ke Presiden untuk diserahkan ke DPR RI. Timsel akan menyerahkan 24 nama ke Presiden pada 7 Januari 2022. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.