DENPASAR – Dengan memanfaatkan dana BOS Nasional, SMAN 7 Denpasar membuat kebijakan, yakni membagikan uang pulsa masing-masing Rp100 ribu kepada 1.001 siswa dan guru. Di mana kebijakan itu, karena melihat dari beragamnya provider yang digunakan para siswa dan juga para guru.
Kepala SMAN 7 Denpasar, Cok Istri Mirah Kusuma Widiawati mengatakan, kebijakan ini untuk sedikit meringankan beban orangtua siswa dan juga guru di tengah pandemi Covid-19 ini.
“Dana kita transfer ke pihak ketiga yang masuk ke dalam SIPLAH untuk penditribusiannya. Jadi kami tidak main-main dalam urusan anggaran agar tidak terjadi masalah di kemudian hari,” ungkapnya, Senin (18/5/2020).
Menurutnya, uang pulsa yang dibagikan itu untuk menghadapi Ulangan Akhir Tahun (UAT) dalam kenaikan kelas melalui sistem dalam jaringan (daring) atau online. “UAT sekarang kita serahkan kepada guru yang bersangkutan,” ujarnya.
Pihaknya pun tidak mematok harus menggunakan aplikasi tertentu dalam UAT ini. Namun, menyerahkan kepada para guru. Apakah menggunakan WhatsApp, Line atau aplikasi lainnya. “ Jadi dalam UAT ini, kami lakukan dengan fleksibel. Kalau dipaksakan, dan guru-gurunya tidak siap, maka kita yang akan puyeng,” jelasnya.
Cok Istri Mirah Kusuma Widiawati juga telah mengingatkan para guru agar dalam menginput nomor telepon yang akan dikirimi pulsa, tidak salah dalam mencatatnya. “Jadi kalau salah memasukkan nomor telpon dari anak-anak, maka kita tidak akan tanggung lagi,” tegasnya. alt























