“Workshop” Kurikulum Merdeka di SMPN 3 Denpasar, Lebih Sederhana dan Mendalam, Bantu Anak Temukan “Ruang”

KEPALA Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, saat membuka workshop Kurikulum Merdeka di SMPN 3 Denpasar, Jumat (6/5/2022). Foto: tra
KEPALA Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, saat membuka workshop Kurikulum Merdeka di SMPN 3 Denpasar, Jumat (6/5/2022). Foto: tra

DENPASAR – Kurikulum Merdeka menjadi salah satu program yang dilakukan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mengatasi ketertinggalan dan hilangnya pembelajaran (learning loss) di Indonesia. SMP negeri dan swasta se-Kota Denpasar sepakat menerapkan Kurikulum Merdeka secara penuh mulai tahun ajaran 2022/2023 pada kelas 7. Seperti apa keunggulan Kurikulum Merdeka dibanding pendahulunya?

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Drs. AA Gede Wiratama, M.Ag., menyebutkan, esensi dari Kurikulum Merdeka adalah menciptakan ruang bagi setiap individu untuk tumbuh dan berkembang sesuai keunikannya masing-masing. Kurikulum Merdeka akan membantu anak dalam menemukan “ruang” nya.

Bacaan Lainnya

‘’Dalam Kurikulum Merdeka guru diberikan kebebasan untuk memilih format, pengalaman, dan materi esensial yang cocok untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sedangkan dari siswa, mereka punya ruang seluas mungkin untuk mengksplorasi keunikan dirinya masing-masing,’’ ujarnya saat membuka workshop Kurikulum Merdeka di SMPN 3 Denpasar, Jumat (6/5/2022).

Wiratama mengatakan, Kurikulum Merdeka memiliki banyak keunggulan dibanding Kurikulum 2013. Pertama, lebih sederhana dan mendalam karena kurikulum ini akan fokus pada materi yang esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik sesuai fasenya. Kedua, lebih merdeka, karena memberikan berbagai kebebasan kepada peserta didik, guru dan sekolah.

Baca juga :  Tabrak Regulasi, Sejumlah ASN Jadi Pengurus KONI Bali, Termasuk Wabup Jembrana

Kemudian, lanjut Wiratama, keunggulan ketiga adalah pembelajarannya lebih relevan dan interaktif karena pembelajaran dilakukan melalui berbagai kegiatan projek yang akan memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta didik untuk secara aktif mengeksplorasi isu-isu aktual untuk mendukung pengembangan karakter dan kompetensi Profil Pelajar Pancasila.

Lebih lanjut, Wiratama menjelaskan, penerapan Kurikulum Merdeka juga didukung oleh platform Merdeka Mengajar. Untuk masuk ke platform Merdeka Mengajar, guru harus menggunakan akun pembelajaran belajar.id. “Untuk memudahkan para guru, akun belajar.id sudah tersedia dalam bentuk aplikasi yang dapat diunduh pada gawai android, atau bisa juga langsung mengakses melalui laman situs,” kata Wiratama.

Kepala SMPN 3 Denpasar, I Wayan Murdana, SPd., M.Psi., mengatakan, Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan Kemendikbudristek dalam mengatasi krisis pembelajaran yang diperparah adanya pandemi Covid-19. Krisis pembelajaran meningkatkan kesenjangan pembelajaran antarwilayah dan antarkelompok sosial ekonomi serta mengakibatkan hilangnya pembelajaran (learning loss).

Murdana juga menuturkan bahwa penyelenggaraan workshop Kurikulum Merdeka selama empat hari dari Jumat (6/5/2022) hingga Senin (9/5/2022) bertema “Workshop Kurikulum Merdeka dan Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar dalam Upaya Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila di SMPN 3 Denpasar” agar para guru memperoleh pemahaman secara menyeluruh. “Ini salah satu upaya untuk saling belajar dan berbagi antarsesama guru, dan sebagai guru harus selalu aktif dan dinamis dengan perubahan, termasuk kurikulum,’’ ujarnya.

Dengan menerapkan Kurikulum Merdeka, lanjut Murdana, sekolah dapat mengembangkan karakter profil pelajar Pancasila sesuai kebutuhan dan karakteristik peserta didik. “Dengan menggunakan pembelajaran berbasis projek, memberikan kesempatan kepada siswa lebih percaya diri untuk belajar melalui pengamatan bagaimana bekerja sama, bagaimana toleransi antarsesama dalam mewujudkan profil Pelajar Pancasila,” tuturnya.

Baca juga :  Pembuatan TPS Disesuaikan Ketersediaan Tempat, Rapid Test Penyelenggara Jamin Keamanan Pilkada

Dia menambahkan, masing-masing guru harus tumbuh untuk menjadi seorang pembelajar sepanjang hayat sehingga mampu memberikan layanan pembelajaran yang optimal bagi peserta didik. ‘’Kunci keberhasilan sebuah perubahan kurikulum adalah kalau kepala sekolah dan guru-gurunya memilih untuk melakukan perubahan tersebut,’’ ujar Murdana mengutip ucapan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim.

Pengamat pendidikan yang juga Ketua Komite SMPN 3 Denpasar, I Nyoman Badra, SH., mengapresiasi workshop yang digelar SMPN 3 Denpasar, karena sangat membantu para guru untuk lebih memahami Kurikulum Merdeka Belajar. Dalam Kurikulum Merdeka, fungsi guru juga sudah berubah.

Dari yang semula mengajar dengan pendekatan yang diseragamkan atau satu ukuran untuk semua (one size fits all), menjadi seseorang yang mampu menciptakan siswa sebagai pembelajar mandiri sepanjang hayat. ‘’Semoga dengan penerapan Kurikulum Merdeka, para guru bisa memberikan fasilitas dan pengajaran yang sesuai kebutuhan siswa untuk mencetak Pelajar Pancasila yang mampu bersaing di masa depan,’’ pungkasnya. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.