DENPASAR – Psikolog AA Ayu Mirah Damaryani, S.Psi., M.Psi., Psikolog., mengharapkan para guru mampu memahami psikologi anak, sehingga saat belajar anak-anak menjadi senang dan riang. Pernyataan tersebut disampaikan Damaryani, saat menjadi pembicara seminar workshop Implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Sapta Andika Denpasar.
‘’Guru yang diimpikan siswanya itu adalah guru yang memperhatikan dan mengerti dunia anak-anak yang dididik, bahkan paham akan psikologi siswanya. Itulah sosok guru yang sukses, profesional dan keren,’’ kata Damaryani.
Menurut dia, saat ini bukan zamannya mendidik dengan cara kekerasan seperti membentak atau meninggikan suara, bahkan marah-marah kepada siswa. Selain memahami psikologi anak, Damaryani juga menekankan pentingnya melatih dan mengembangkan kemampuan anak. ‘’Perubahan fisik, sikap dan perilaku harus didalami secara komprehensif sehingga tidak salah arah,’’ sebutnya.
Kepala SMP Sapta Andika Denpasar, I Gede Eka Nuryada, ST., menjelaskan, workshop yang dilaksanakan dari tanggal 20-25 Juni 2022 ini sebagai langkah untuk mempersiapkan guru-guru agar bisa melakukan Kurikulum Merdeka dengan baik dan berkualitas. Ia menegaskan, SMP Sapta Andika siap melaksanakan Kurikulum Merdeka mulai tahun ajaran 2022/2023 untuk siswa kelas 7.
Menurut Eka Nuryada, kehadiran psikolog AA Ayu Mirah Damaryani untuk memberikan pemahaman kepada guru pentingnya pemahaman psikologi anak yang selama ini hanya dikelola oleh guru BK. Dengan implementasi Kurikulum Merdeka menuntut guru penerapan pembelajaran melalui metode berdiferensiasi.
Ia mengutarakan, pembelajaran berdiferensiasi ini mengutamakan perbedaan siswa dengan memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi yang dimiliki setiap siswa. Karenanya, dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi guru harus mampu memetakan kebutuhan belajar siswa terlebih dahulu.
Dengan begitu menciptakan suasana belajar yang bahagia, baik bagi murid maupun para guru. Karena pada dasarnya program Merdeka Belajar bertujuan untuk memerdekakan siswa dan guru, untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.
Agenda workshop juga menghadirkan pembicara di antaranya, Kepala Balai Guru Penggerak Provinsi Bali, Dr. I Wayan Surata, S.Pd.,M.Pd.; pengawas sekolah, Dra. Ni Nyoman Kartiniasih, M.Pd, serta dari sekolah penggerak. Agenda workshop dibuka Kadisdikpora Kota Denpasar, Drs. AA Gede Wiratama, M.Ag.
Sementara itu, terkait PPDB SMP Sapta Andika di Jalan Gunung Patuha V No. 19, Monang Maning, Denpasar Barat, masih membuka pendaftaran siswa baru. Sampai saat ini calon siswa yang mendaftar sudah mencapai 339 orang, dan ratusan lebih sudah mendaftar ulang.
Masyarakat menjatuhkan pilihan langsung melanjutkan pendidikan putra putrinya di SMP Sapta Andika karena melihat sarana sekolah ini sangat lengkap. Selain unggul di akademik dan budaya, juga unggul dalam digitalisasi pendidikan. tra
























