KARANGASEM – Warga Desa Pakraman Padangbai, Desa Manggis, Karangasem, menggelar aksi damai di kawasan Pelabuhan Pabangbai, Senin (3/8). Mereka menolak pensertifikatan tanah desa oleh PT ASDP, dan protes terkait pembangunan dermada III.
‘’Kami mohon pada pemerintah untuk mendengarkan aspirasi kami terkait pembangunan dermaga III yang belum pernah disosialisaikan, dimana yang disosialisasikan adalah rencana penataan Pelabuhan Padangbai. Nah yang muncul malah dermaga III, ini dari mana? Kami tidak tahu dan kami tidak pernah diberikan sosialisasi terkait hal ini,’’ ujar Bendesa Adat Padangbai, I Komang Nuriada.
Pantauan di lapangan, ratusan warga tampak berkumpul dari depan Pura Pesamuan Desa Adat Padangbai, lalu mereka berjalan long marc ke arah selatan menuju depan terminal Pelabuhan Padangbai. Warga juga membawa beberapa spanduk bertuliskan penolakan atas upaya sertifikasi yang dilakukan pihak PT ASDP Padangbai.
Spanduk itu di antaranya bertuliskan ‘’Kami mengutuk skala niskala atas upaya penyertifikatan tanah leluhur kami’’, ‘’Sing main-main kulkul bulus Padangbai tolak penyertifikatan dan siap menghadapi para pencaplok tanah Desa Adat Padangbai’’.
Nuriada menegaskan, aksi yang dilakukan itu tidak ada bermaksud untuk melawan negara. Tapi aksi damai yang dilakukan itu untuk melindungi tanah desa agar tidak dicaplok PT ASDP. ‘’Dalam perjalanan ternyata ada pengukuran diam-diam pada tanggal 25 Juni 2020 yang dilakukan pihak ASDP tanpa sepengetahuan kami sebagai pemilik kelasiran lahan tersebut,’’ katanya.
Sementara itu, pihak PT ASDP angkat bicara dengan aksi penolakan warga tersebut. PT ASDP mengutarakan, pembangunan dermaga itu merupakan program pemerintah pusat. Karena dermaga III itu bangunannya tidak sembarangan, harus ada kajian tidak langsung dibangun harus ada tim. ‘’Intinya kita disini melaksanakan tugas, kalau memang ada penolakan ya kita pasti bahas dengan baik-baik,’’ bebernya.
Lanjut dia terkait koordinasi dengan desa adat, sudah dilakukan pertemuan yakni membahas tentang pelabuhan dan sertifikasi. ‘’Kalau sosialisasi belum karena posisi harus ada kajian, tidak sembarangan,’’ pungkasnya. 017
























