”Dari Webinar Nasional Bertajuk Guru Profesional Berani Publikasi Ilmiah”
DENPASAR – Lembaga Pengembangan Akademik (LPA) Universitas Mahadewa Indonesia mengelar webinar nasional bertajuk “Guru Profesional Berani Publikasi Ilmiah”, Sabtu (11/7/2020).
Rektor Universitas Mahadewa Indonesia, Dr. Made Suarta, SH.,M.Hum., menyampaikan, tujuan pelaksanaan webinar nasional ini untuk membantu para guru, kepala sekolah, dan juga pengawas dalam merencanakan kenaikan pangkat melalui publikasi ilmiah.
“Status IKIP PGRI Bali yang telah berubah menjadi Universitas Mahadewa Indonesia sejak 30 Juni 2020 lalu, merupakan salah satu perguruan tinggi penyelenggara diklat yang telah mendapat izin dari Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) untuk menyelenggarakan pelatihan guru, dan kepala sekolah,” ungkapnya.
Rektor Suarta yang juga seorang seniman tradisi ini, juga mengungkapkan bahwa Universitas Mahadewa Indonesia adalah kampus para guru, yang siap untuk bekerjasama dengan berbagai pihak, baik itu sekolah, Dinas Pendidikan dalam upaya memajukan kualitas guru. “Bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan di tanah air,” tandasnya.
Ditambahkannya, guru atau pendidik dituntut untuk menulis dan mempublikasikan tulisan tersebut. Kata dia, karya ilmiah sebaiknya tidak hanya disimpan diperpustakaan. Melainkan didistribusikan secara luas melalui publikasi.
“Beberapa guru gagal naik pangkat disebabkan oleh minimnya publikasi ilmiah. Namun melalui webinar ini, yang bekerjasama dengan Indonesian Journal Educational Development (IJED) akan memfasilitasi mempublikasikan karya ilmiah para guru dan juga tenaga kependidikan,” bebernya seraya mengingatkan kepada para peserta webinar untuk memilih dengan cermat penyelenggara diklat yang direkomendasikan oleh pemerintah atau dinas terkait.
Sementara itu, narasumber dari Tim Penilai Angka Kredit Provinsi Bali, I Putu Sudibawa, S.Pd.,M.Pd., menyampaikan, guru yang memiliki pangkat yang lebih tinggi diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada peserta didik. “Publikasi imliah harus sesuai dengan bidang tugas yang dijalankan,” ujarnya mengingatkan.
Narasumber selanjutnya, Dosen FKIP Universitas Tidar Magelang, Dr. Ericka Darmawan, M.Pd., menambahkan, syarat awal jurnal bisa diterbitkan adalah kesesuain template. Kata kunci diurutkan sesuai dengan abjad. “Kesimpulan dibuat seringkas mungkin dan bisa dipertanggungjawabkan, serta pastikan pendapat yang dikutip terdapat di daftar pustaka,” jelasnya.
Sementara Pimpinan Redaksi IJED, Dr. I Wayan Widana, S.Pd.,M.Pd., yang juga sebagai narasumber menyarakan agar artikel ilmiah dapat diterima secara nasional maupun internasional. Untuk itu, lanjut dia, sitasi harus sesuai dengan aturan yang baku.
Dikatakannya, IJED menggunakan mendeley dan sangat mudah digunakan dalam penulisan artikel ilmiah. “Jadi IJED merupakan salah satu jurnal ber-ISBN yang dimiliki oleh Universitas Mahadewa, dan IJED menertbitkan 30 artikel dalam setiap 4 bulan,” tandasnya.
Pendiri Gerakan Guru Membaca dan Menulis Teddy Fiktorius, M.Pd., yang juga selaku narasumber menambahkan bahwa pendambingan dalam penulisan buku oleh para guru atau tenaga kependidikan, dilakukan secara gratis dilakukan secara online. “Jadi, buku dipastikan terbit dan memiliki ISBN kurang dari satu bulan,” pungkasnya. alt
























