BANGLI – Umanis Kuningan pada Minggu (19/6/2022) menjadi berkah bagi pengelola Desa Wisata Penglipuran, Kelurahan Kubu, Bangli. Kunjungan wisatawan, baik lokal, domestik maupun mancanegara, benar-benar membeludak.
Manajer Desa Wisata Penglipuran, I Wayan Sumiarsa, mengakui membanjirnya kunjungan wisatawan jadi berkah bagi masyarakat Penglipuran. “Sebagai desa berpredikat terbersih di dunia, kami harap kunjungan akan terus meningkat,” harap Sumiarsa.
Meningkatnya jumlah pelancong, tuturnya, dimulai pada Hari Raya Kuningan, Sabtu (18/6/2022). Tercatat ada sekitar 3.500 pengunjung datang, sedangkan pada Umanis Kuningan kunjungan terus meningkat hingga mencapai 5.000 orang.
Kunjungan masih didominasi wisatawan lokal dan domestik, dan untuk wisatawan asing baru 250 orang. Dia menyebut tiket masuk masih tetap sama, Rp25 ribu untuk domestik, anak anak Rp15 ribu, dan khusus untuk wisatawan asing Rp50 ribu per orang.
Pada hari yang sama, beberapa objek wisata di Bangli juga ikut ramai pengunjung, salah satu yang paling terkenal yakni Penelokan di Kintamani. Objek wisata dengan daya tarik alam Gunung dan Danau Batur ini penuh pengunjung. Seperti biasa, saking tingginya volume kendaraan pengunjung, arus lalin jadi tersendat.
Selain objek wisata Penelokan, jalur bawah menuju permandian air panas Toya Bungkah juga banyak pengunjung yang berlibur bersama keluarga. Objek wisata lain yang ramai juga dikunjungi yakni tempat wisata Toya Devasya Kintamani, Penelokan, Natural Hot Spring Kintamani.
Salah seorang pengelola Hot Spring, I Wayan Mantik, mengungkapkan, kunjungan pada Umanis Kuningan memang meningkat hingga 50 persen dibanding hari-hari biasa.
Sebelumnya saat Umanis Galungan tingkat kunjungan juga hampir sama dengan sekarang ini. “Kunjungan masih didominasi warga Bali. Kalau untuk wisdom ada beberapa,” ujarnya. gia
























