POSMERDEKA.COM, MANGUPURA – Siapa yang bakal tampil sebagai pasangan PDI-P di Badung sebagai calon Bupati/Wakil Bupati, sampai berita ini dibuat masih kelihatan gonjang ganjing. Namun sumber terdekat mengatakan, tokoh Adi Arnawa yang kini Sekda Badung, kelihatan paling berpeluang akan diberikan rekomendasi DPP PDI Perjuangan (PDIP).
Namun, wakilnya masih belum jelas, sebab beberapa tokoh yang disebut belakangan seperti Nyoman Satria (Menghwi), Alit Yandinata (Abiansemal) dan Bimanata (Petang) – katanya akan tetap difokuskan sebagai anggota DPRD.
Salah satu tokoh banteng asal Baha, Mengwi — I Ketut Sumatra yang kini menjadi Ketua Dewan Perwakilan Desa (DPD) di desanya mengharapkan tokoh Mengwi harus ada yang mendapat perthatian. Kalau tidak, suara akan dihabiskan lawan – karena pengalaman mencatat, masyarakat pemilih tidak melihat partai politik pendukung, namun ketokohan seseorang.
“Kalau calon Bupati dari Selatan, calon wakil sebaiknya diambil dari Mengwi. Suara pemilih Mengwi paling besar di Badung. Apalagi prediksi pilihan masyarakat sulit ditebak. Kalau jago dari Mengwi diabaikan partai, bisa saja rakyat memilih jago lawan asal Mengwi,” kata pria yang akrab disapa Ketut Metro.
Metro juga menggambarkan kondisi di desanya sendiri, masyarakat seperti kelihatan cuek dengan arahan partai (PDIP). Rakyat lebih senang dengan tokoh yang dapat memberikan sesuatu dengan nyata, langsung dirasakan secara pribadi.
Mantan Ketua Ranting PDI Perjuangan Desa Baha itu terang-terangan mengatakan, sedih kalau jago dari Mengwi tidak diakomadasi dalam pemilihan kepala daerah Badung bulan November nanti.
Ketika ditanya siapa calonnya selain Nyoman Satria, Metro menyebut nama Drs. Nyoman Laka (anggota DPRD Bali), dan Drs. Made Nariana yang Ketua Umum KONI Badung sangat pantas dipikirkan.
“Kalo Nyoman Satria ingin tetap di DPRD, apa salahnya Made Nariana diambil, sebab ia pernah menjadi calon Bupati berpasangan dengan Pak Giri Prasta 15 tahun lalu, dengan nama Menara-Giri,” ungkap Metro serius.
”Hanya saat itu, belum mendapat rekomendasi dari DPP PDI, sekalipun menang dalam pemilihan di Konfercabsus partai di Badung,” imbuhya. Metro yang asal Busana Kaja Baha itu ingin terbuka, sebab banyak kader partai tidak berani ngomong soal calon bupati.
Di bagian lain ia mengatakan, kekaderan Pak Nariana sudah teruji, apalagi ia tamatan Lemhannas. Selama ini, ia dekat dengan Pak Giri dan dekat dengan Pak Koster.
“Kalau figur Made Nariana dapat dipertimbangkan, ia akan dapat mengimbangi Wayan Suyasa asal Penarungan, yang kini digadang-gadang menjadi bakal calon Bupati dari Partai Golkar. Pokoknya jangan diabaikan Mengwi, kalau PDI-P tetap ingin menang,” pungkas Metro.
Soal selama ini, baik Laka atau Nariana tidak mendaftar sebagai bakal calon Wakil Bupati di Badung, menurut Metro itu bukan persoalan. Dulu Wakil Presiden Machruf Amin, juga sebelumnya tidak mendaftar sebagai calon Wakil Presiden Jokowi. Tiba-tiba direkrut mendadak sontak begitu akan diumumkan, karena melihat perkembangan potensi lawan. (*)