KARANGASEM – Sejumlah wilayah di Kabupaten Karangasem terdampak gempa yang terjadi beberapa kali dengan getaran kekuatan berbeda-beda, Selasa (13/12/2022). Meski tidak ada korban jiwa, kecuali membuat warga panik dan khawatir, gempa memberi dampak kerusakan terhadap bangunan warga dalam skala berat, sedang, dan ringan.
Berdasarkan pantauan, selain di sejumlah wilayah, gempa juga mengakibatkan kerusakan ruang rapat paripurna utama DPRD Karangasem. Bagian plafon gedung jebol, dinding tembok retak, ornamen ada yang berjatuhan, dan lampu hias beberapa bagian rusak.
Sekretaris DPRD Karangasem, I Nengah Mindra, Rabu (14/12/2022) mengatakan, menyikapi musibah ini, tahun 2023 Sekretariat DPRD akan melakukan perbaikan supaya tidak mengalami hambatan saat menggelar rapat. “Mengenai tingkat kerusakan, kami akan menghitung berapa besar kira-kira membutuhkan anggaran. Kami akan koordinasi dengan BPBD apakah ini termasuk bencana atau bagaimana,” jelasnya.
Untuk kerugian, lanjut dia, dia akan koordinasi ke Dinas PU untuk melakukan pengecekan. Dampak gempa akan diperbaiki sesuai mekanisme. Kalau memang butuh anggaran yang cukup banyak, Sekretariat akan menganggarkan kembali. “Saya kira perawatan saja, tentu di tahun 2023,” lugasnya.
Dampak kerusakan gempa kebanyakan terhadap rumah bangunan dan pura milik warga. Ada atapnya berjatuhan, pelinggih pura pribadi, bahkan pura juga ada yang rusak. Berdasarkan pantauan, titik terparah terlihat di kawasan Desa Baturinggit Kelod, Kecamatan Kubu.
Perbekel Desa Baturinggit, I Gede Putu Telantik, menyebut wilayahnya terdampak paling keras gegara gempa itu. “Banyak rumah warga kami yang rusak, atap rumahnya berjatuhan, pura, bahkan kantor desa kami juga kena dampak bencana,” jelasnya.
Karena itu, dia minta kepada pemerintah supaya segera menyikapi ini dalam daftar atensi. Tujuannya agar sistem pelayanan bisa berjalan baik dan lancar. “Semoga tidak ada gempa susulan lagi agar kerusakan lebih parah tidak terjadi,” harapnya menandaskan. nad























